Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ancaman Kiamat Nuklir! Perang Timur Tengah Jadi Pemicunya

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 17 Juli 2025 | 03:52 WIB

 

Agus Mustofa
Agus Mustofa

 

LombokPost – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini menghadirkan babak baru yang lebih menakutkan: konfrontasi terbuka antara dua blok kekuatan dunia bersenjata nuklir.

Di satu sisi, Israel dan sekutu baratnya. Di sisi lain, Iran yang didukung oleh poros timur.

“Yang sekarang sedang berhadap-hadapan adalah Israel dengan sekutunya melawan Iran dengan sekutunya,” ungkap Agus Mustofa, penulis Buku Best Seller Serial Diskusi Tasawuf Modern.

Namun, yang membuat kondisi ini kian mengerikan adalah komposisi sekutu kedua belah pihak. Sebagian besar dari mereka adalah negara pemilik senjata nuklir aktif.

Salah satu pendukung utama Iran adalah Rusia, negara dengan jumlah hulu ledak nuklir terbanyak di dunia saat ini. “Rusia ini memberikan dukungan yang sangat melekat untuk mengimbangi dukungan Amerika terhadap Israel,” tegasnya.

Dukungan Rusia bukan hanya bersifat simbolik, tapi juga konkret dalam bentuk kerja sama militer dan ekonomi. Rusia bahkan dinilai siap melakukan intervensi langsung jika Amerika turut campur secara militer dalam membela Israel.

“Rusia akan terjun membela Iran,” kata narasumber itu, menggambarkan potensi eskalasi menjadi perang antar adidaya.

Selain Rusia, ada pula China yang ikut masuk dalam orbit pengaruh Iran. Meskipun tidak sedekat hubungan Iran–Rusia, tetapi kepentingan ekonomi dan diplomatik China di Timur Tengah sangat besar.

“Cina berkepentingan secara ekonomi maupun secara diplomasi politik untuk kawasan Timur Tengah,” ujarnya.

Dukungan itu bisa datang dalam bentuk pendanaan, sokongan diplomatik di PBB, bahkan penyediaan teknologi dan persenjataan. Lebih jauh, Korea Utara juga disebut sebagai bagian dari poros pendukung Iran.

Dukungan Korea Utara, meskipun jarang diekspos, diperkirakan ada di sektor teknologi militer dan diplomasi tertutup. “Yang lainnya lagi ada Korea Utara yang juga berada di pihak Iran,” katanya menambahkan.

Sementara itu, di kubu Israel berdiri Amerika Serikat dan negara-negara NATO. Ikatan historis dan perjanjian militer antara Israel dan Amerika, serta keanggotaan bersama negara-negara NATO, membuat barisan ini solid.

“Di pihak Israel selain Amerika juga ada negara-negara blok barat khususnya NATO,” ujarnya.

Kekuatan gabungan ini tidak hanya unggul dalam teknologi militer, tetapi juga menguasai sebagian besar senjata nuklir dunia. Jika konflik meningkat tanpa kendali, perang dunia ketiga bisa pecah.

“Kalau sampai terjadi eskalasi yang terus meningkat dan kemudian menjadi perang terbuka, perang dunia ke-3 sangat dimungkinkan akan memicu penggunaan senjata nuklir,” tegasnya.

Iran sendiri memang belum resmi memiliki senjata nuklir, namun kemampuannya mendekati titik kritis produksi senjata tersebut. “Iran ini dikatakan belum bisa membuat persenjataan nuklir tetapi dia sudah memiliki kemampuan yang sangat dekat untuk memproduksi hulu ledak nuklir itu,” katanya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#hizbullah #hamas #Amerika Serikat #zionisme #geopolitik global #konflik timur tengah #sejarah 1948 #Palestina #iran israel #perang nuklir