Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Israel Gempur Markas Hizbullah di Lebanon, Tewaskan Komandan Senior dan Empat Anggota

Lombok Post Online • Selasa, 25 November 2025 | 08:01 WIB

 

EVAKUASI: Tim penyelamat mencari korban di lokasi serangan Israel di Haret Hreik, Beirut, Lebanon, Minggu (23/11).
EVAKUASI: Tim penyelamat mencari korban di lokasi serangan Israel di Haret Hreik, Beirut, Lebanon, Minggu (23/11).
 

LombokPost - Israel melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Beirut pada Minggu (23/11), menargetkan markas Hizbullah dan menewaskan salah seorang komandan militernya yang paling senior, Haytham Ali Tabatabai.

Serangan itu kembali memanaskan ketegangan di perbatasan Israel–Lebanon, hampir setahun setelah gencatan senjata mengakhiri 14 bulan bentrokan antara kedua pihak.

Militer Israel (IDF) mengonfirmasi kematian Tabatabai hanya beberapa jam setelah serangan yang menghantam kawasan Haret Hreik, pusat kekuatan Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.

Operasi tersebut, menurut IDF, merupakan bagian dari upaya mencegah kelompok itu membangun kembali kemampuan militernya.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya lima orang tewas dan 28 lainnya terluka akibat tiga rudal yang menghantam sebuah bangunan di area padat penduduk. Rekaman yang beredar menunjukkan kerusakan parah pada gedung-gedung di sekitar lokasi serangan.

Israel beberapa pekan terakhir meningkatkan intensitas serangan udara ke Lebanon selatan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa operasi militer akan terus dilakukan untuk mencegah Hizbullah memulihkan kemampuan menyerangnya.

Setelah serangan, kantor Netanyahu menyebut Tabatabai sebagai tokoh kunci dalam program pembangunan dan persenjataan kembali kelompok tersebut.

“Kami akan terus melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencegah Hizbullah mengembalikan kemampuan mengancam Israel,” kata Netanyahu.

Media Amerika Serikat (AS) Axios melaporkan bahwa Israel tidak memberi tahu Washington sebelum melancarkan serangan. Seorang pejabat senior Amerika menyatakan pemerintahan Trump baru menerima informasi setelah operasi udara berlangsung.

Sementara itu, salah seorang pejabat Hizbullah, Mahmoud Qmati, mengatakan bahwa selain menewaskan Tabatabai, serangan Israel juga membunuh empat pasukannya.

"Serangan Israel telah melewati garis merah. Kami sedang mempertimbangkan untuk membalas," kata Mahmoud. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#hizbullah #perbatasan #Amerika Serikat #Israel #lebanon