Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Undangan Damai Trump Bikin Israel Serba Salah

Marthadi • Senin, 19 Januari 2026 | 23:52 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato di hadapan Sidang Umum PBB di  New York City, pada 23 September 2025. (Foto: Timothy A. Clary/AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato di hadapan Sidang Umum PBB di New York City, pada 23 September 2025. (Foto: Timothy A. Clary/AFP)
LombokPost - Undangan dari Amerika Serikat justru menempatkan Israel dalam dilema diplomatik.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengajak Tel Aviv bergabung dalam inisiatif global “Board of Peace”, namun rencana tersebut langsung memicu ketegangan akibat susunan badan khusus Gaza yang dinilai bermasalah oleh Israel.

Dua sumber yang mengetahui langsung persoalan ini mengatakan kepada media bahwa Israel telah menerima undangan resmi dari Washington.

Namun hingga kini belum ada kepastian apakah pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan menerima atau menolaknya. Kantor Netanyahu pun belum memberikan pernyataan resmi.

Inisiatif Board of Peace pertama kali diperkenalkan Trump pada September lalu, berbarengan dengan rencananya mengakhiri perang di Gaza.

Akan tetapi, dokumen undangan terbaru yang dikirim ke sejumlah pemimpin dunia memperlihatkan ambisi yang lebih luas: menjadi forum penyelesaian konflik global, bukan sekadar isu Gaza.

Masalah mencuat setelah Amerika Serikat mengumumkan pembentukan Gaza Executive Board, sebuah badan yang berada di bawah naungan Board of Peace. Israel secara terbuka mengkritik komposisi dewan tersebut dan menilai langkah Washington bertentangan dengan kebijakan keamanan Tel Aviv.

Gedung Putih menyebut Gaza Executive Board akan difokuskan pada stabilitas dan kemakmuran Gaza. Namun, tidak adanya perwakilan Palestina di dalam dewan tersebut menjadi sorotan, termasuk di kalangan pejabat Israel sendiri.

Kantor Netanyahu juga menyoroti kehadiran Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, serta seorang pejabat Qatar dalam struktur dewan itu. Israel selama ini secara konsisten menolak keterlibatan Turki di Gaza dan memiliki hubungan yang tegang dengan Qatar, negara yang kerap menjadi mediator antara Israel dan Hamas.

Penolakan Israel terhadap komposisi dewan tersebut mencerminkan kekhawatiran lebih luas: bahwa inisiatif damai ini justru berpotensi melemahkan posisi strategis Israel di Gaza, alih-alih memperkuat stabilitas kawasan.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh usnews.com, yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui langsung pembahasan antara Washington dan Tel Aviv.

Editor : Marthadi
#Peran Turki dan Qatar di Gaza #Gaza Executive Board #Israel Board of Peace #Netanyahu kritik AS #Trump inisiatif perdamaian