Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gencatan Senjata Palestina-Israel Berhasil hingga Hari Ke-100

Lombok Post Online • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:57 WIB
MEMPRIHANTINKAN: Para pengungsi Palestina hidup di tengah reruntuhan rumah dan bisnis yang hancur akibat serangan militer Israel selama lebih dari dua tahun di wilayah Gaza.
MEMPRIHANTINKAN: Para pengungsi Palestina hidup di tengah reruntuhan rumah dan bisnis yang hancur akibat serangan militer Israel selama lebih dari dua tahun di wilayah Gaza.

LombokPost - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa operasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih menghadapi berbagai hambatan serius.

Hingga Selasa (20/1), perjanjian gencatan senjata telah melampaui 100 hari.

Dilansir dari Anadolu Agency, Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan, pembatasan dan berbagai kendala di lapangan terus menahan perluasan bantuan kemanusiaan.

“Gencatan senjata yang telah melewati 100 hari harus dipertahankan agar lebih banyak nyawa warga sipil dapat diselamatkan,” ujar Haq. 

Dia menambahkan kondisi cuaca buruk dalam beberapa waktu terakhir turut menghambat sebagian kemajuan distribusi bantuan.

Meski demikian, Program Pangan Dunia (WFP) mencatat telah menjangkau lebih dari satu juta orang setiap bulan melalui paket pangan, roti, makanan siap saji, dan makanan sekolah.

Namun WFP menegaskan situasi masih sangat rapuh dan mendesak dibukanya koridor kemanusiaan tambahan yang aman dari Mesir dan Yordania, serta sepanjang Jalan Salah Ad Din di Gaza.

Di sektor kesehatan, Haq mengumumkan dimulainya putaran kedua kampanye imunisasi rutin bagi anak-anak di Gaza.

Program yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, dan UNRWA itu menargetkan perlindungan anak-anak di bawah usia tiga tahun dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Sebanyak 170 tim dikerahkan di hampir 130 fasilitas kesehatan, termasuk tujuh tim mobile untuk menjangkau wilayah sulit diakses. Putaran ketiga kampanye imunisasi direncanakan berlangsung pada April mendatang.

Sementara itu, situasi di Tepi Barat juga dilaporkan memburuk.

PBB menyebut sekitar 25 ribu warga Palestina di wilayah H2, Hebron, diberlakukan jam malam oleh pasukan Israel.

Ada juga pengerahan kendaraan militer, penempatan penembak jitu di atap bangunan, serta penutupan enam ruas jalan internal.

Data Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Pembatasan mencatat, sepanjang 2025 pemukim Israel ilegal melakukan hampir 4.723 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat. Serangan tersebut menewaskan 14 warga Palestina.

Selain itu memaksa 13 komunitas Badui dengan total 1.090 orang, mengungsi.

Hingga akhir 2024, jumlah pemukim Israel di Tepi Barat mencapai sekitar 770 ribu orang yang tersebar di lebih dari 180 permukiman dan 256 pos permukiman.

PBB kembali menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum internasional.

Selain itu juga merusak prospek solusi dua negara dan telah lama diminta untuk dihentikan. (lyn/len/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Kampanye #genjatan senjata #kemanusiaan #pbb #gaza #who