Kantor berita Iran, FARS, melaporkan serangkaian ledakan terdengar di ibu kota Teheran. Serangan tersebut diduga kuat menargetkan sejumlah pusat pemerintahan serta instalasi militer strategis milik Iran.
Ironisnya, serangan ini terjadi di saat proses dialog mengenai program nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sedang berlangsung di Jenewa, Swiss.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengonfirmasi tindakan militer tersebut. Ia menyatakan bahwa operasi udara ini merupakan langkah pencegahan terhadap ancaman dari pihak Iran.
Menyusul serangan tersebut, Katz langsung mengambil langkah hukum untuk memperkuat keamanan internal di wilayahnya.
"Menteri Pertahanan Israel Katz kini telah menandatangani perintah khusus yang menetapkan keadaan darurat khusus di dalam negeri di seluruh wilayah Negara Israel,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Status Keadaan Darurat di Israel
Dengan ditandatanganinya perintah tersebut, Israel kini berada dalam status keadaan darurat nasional. Pemerintah setempat mengimbau seluruh warga Israel untuk segera mencari perlindungan di tempat yang aman.
Otoritas keamanan juga meminta masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di tempat-tempat umum guna menghindari risiko jatuhnya korban jiwa akibat potensi serangan balasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun total kerugian material di Teheran. Dunia internasional kini tengah menyoroti dampak dari serangan ini terhadap stabilitas keamanan global dan nasib perundingan nuklir yang tengah berjalan di Swiss.
Editor : Redaksi Lombok Post