Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berikutnya Mungkin Turki yang Diincar, Turki Lebih Pragmatis dan Makmur Dibanding Iran

Lombok Post Online • Selasa, 3 Maret 2026 | 11:32 WIB

SERANGAN BALASAN: Sebuah rudal diluncurkan dari Iran terlihat di langit dari kamp pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah sebagai respons balasan atas serangan AS dan Israel.
SERANGAN BALASAN: Sebuah rudal diluncurkan dari Iran terlihat di langit dari kamp pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah sebagai respons balasan atas serangan AS dan Israel.

LombokPost - TURKI harus waspada. Bisa jadi mereka yang akan menjadi sasaran tembak berikutnya Israel dengan dukungan penuh Amerika Serikat demi ambisi bernama Greater Israel atau Israel Raya.

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennet secara terbuka menyebutnya sebagai “Iran Baru”. “Turki, dengan dukungan Qatar, menggantikan posisi Iran sebagai ancaman utama Israel,” kata Bennet, seperti dikutip Middle East Monitor.

Turki disebutnya membangun Poros Sunni yang dinilainya jauh lebih kuat ketimbang Poros Syiah yang dikomandoi Iran.

Sebelumnya Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee juga menyebut, bahwa seluruh Timur Tengah sebaiknya diduduki Israel. Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman dari banyak pihak.

Israel Raya adalah konsep yang berlandaskan ideologi, sejarah, dan kitab suci Yahudi tentang Negeri Yahudi yang wilayahnya membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat.

Kalangan ultrakanan Israel gencar menyuarakan konsep tersebut hingga sekarang.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berasal dari Likud, salah satu partai sayap kanan.

Dia tidak pernah secara terbuka mengemukakan gagasan Israel Raya. Namun, serangan ke Iran jelas tak lepas dari konsep hegemoni Yahudi ini.

Negeri yang dulu bernama Persia itu dianggap sebagai penghalang ambisi Israel tersebut. Namun, mereka tak berani melakukannya sendirian dan membutuhkan bantuan “kakak tertua”, AS.

Lebih Pragmatis, Lebih Makmur

Turki lebih pragmatis dan lebih makmur ketimbang Iran. Turki juga anggota NATO, pakta pertahanan yang dikomandani AS. Pada Recep Tayyip Erdogan sang presiden, Turki memiliki pemimpin yang piawai mengubah ideologi menjadi modal.

“Tak seperti Iran, Turki mengombinasikan pragmatisme dengan ideologi sehingga membuatnya kredibel sekaligus tak bisa ditebak,” kata Meliha Altunisik, pakar politik internasional Turki, kepada Middle East Monitor.

Jadi, Israel harus berhitung dengan cermat jika ingin menjadikan Turki sebagai sasaran tembak baru setelah Iran. Pernyataan Bennet bahkan bisa dibaca dari sisi sebaliknya, yakni menggambarkan kecemasan Negeri Yahudi itu memasuki periode konflik baru dengan lawan yang lebih kuat serta lebih makmur. (ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Turki #Amerika Serikat #Israel #serangan #iran