Mojtaba Khamenei kini resmi menyandang gelar Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan sebelumnya.
Mengutip laporan langsung dari Al Jazeera, pelantikan ini terjadi di tengah situasi yang sangat genting.
Seluruh petinggi militer dan tokoh politik Iran dilaporkan telah menyatakan sumpah setia mereka kepada Mojtaba.
Namun, takhta yang ia warisi kini berada di garis depan pertempuran yang kian memanas.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel tidak mengendurkan serangan mereka.
Rentetan ledakan dahsyat dilaporkan kembali mengguncang kota Teheran dan Qom.
Serangan udara Israel yang menyasar fasilitas minyak Iran bahkan telah menyebabkan polusi asap beracun yang menyesakkan di seluruh penjuru ibu kota.
Kondisi di Timur Tengah semakin mencekam setelah serangan balasan Iran dilaporkan mulai memakan korban jiwa di negara tetangga.
Pemerintah Arab Saudi melaporkan adanya dua kematian akibat serangan balik yang diluncurkan oleh pasukan Iran.
Dunia kini menanti, apakah di bawah kendali Mojtaba Khamenei, Iran akan memilih jalan eskalasi total atau mencari celah untuk meredam bara api yang sedang membakar wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, dentuman bom masih terus terdengar di wilayah jantung pertahanan Iran.
Editor : Marthadi