LombokPost - Iran merilis rekaman terbaru yang diklaim sebagai bagian dari “gelombang ke-62” serangan terhadap target Amerika Serikat dan Israel, di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Melalui pernyataan resminya, pihak Iran menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari rangkaian serangan balasan setelah aksi militer gabungan AS dan Israel ke wilayahnya.
“Musuh telah terjebak dalam segitiga yang dibentuk oleh kohesi nasional Iran, kekuatan besar rudal dan drone kami, serta dukungan opini publik dunia terhadap rakyat Iran,” demikian pernyataan tersebut.
Rekaman yang beredar menunjukkan peluncuran drone dan rudal yang diklaim menargetkan aset militer, meski lokasi spesifik dan dampak serangan belum dapat diverifikasi secara independen.
Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memang terus meningkat sejak serangan besar gabungan AS–Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 dalam operasi militer yang dikenal sebagai “Lion’s Roar”.
Sejak itu, Iran secara berkala meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai target di kawasan, termasuk Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Laporan terbaru juga menunjukkan Iran telah melancarkan sejumlah gelombang serangan sebagai respons atas pembunuhan tokoh-tokoh pentingnya, yang semakin memperluas konflik regional.