Mengutip laporan dari Al Jazeera, Trump mengklaim Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat produktif untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah. Tak tanggung-tanggung, Trump menyebut ada 15 poin kesepakatan yang sudah di depan mata, termasuk janji Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir dan kemudahan akses bagi AS terhadap pengayaan uranium.
Namun, watak asli Trump tetap muncul. Ia menegaskan bahwa militer AS akan "terus melakukan pengeboman" jika negosiasi ini berakhir buntu.
"Kami tidak bicara strategi," ketus Trump saat ditanya soal kemungkinan pengiriman pasukan Marinir ke wilayah konflik.
Klaim sepihak ini justru memicu tanda tanya besar. Pasalnya, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, justru membantah mentah-mentah adanya dialog antara Teheran dan Washington.
Bahkan, pihak Garda Revolusi Iran (IRGC) sempat mengejek Trump dalam sebuah video dengan kalimat ikoniknya: "You're fired!".
Di sisi lain, misteri menyelimuti nasib Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Trump mengaku tidak tahu pasti apakah sang pemimpin masih hidup atau tidak.
"Tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya," ujar Trump kepada media.
Sementara para elit beradu klaim, korban jiwa terus berjatuhan. Di Provinsi Lorestan, Iran, sedikitnya 157 orang tewas sejak perang pecah 28 Februari lalu.
Ketegangan juga merembet ke Lebanon, di mana serangan udara Israel terus menghancurkan infrastruktur vital dan merenggut nyawa warga sipil.
Editor : Marthadi