LombokPost--Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak.
Serangan rudal yang diluncurkan Iran pada Senin (30/3) dilaporkan menghantam wilayah Negev, Israel selatan, memicu kebakaran hebat di kawasan industri yang berisi fasilitas vital.
Namun, klaim bahwa Iran “menghancurkan pembangkit listrik Israel” belum sepenuhnya terkonfirmasi oleh laporan resmi.
Berdasarkan laporan terbaru, yang benar terjadi adalah serangan rudal atau serpihan rudal Iran menghantam fasilitas industri di wilayah Negev dan menyebabkan kebakaran besar serta kerusakan bangunan.
Insiden ini terjadi di kawasan industri dekat Be’er Sheva, area strategis yang menampung berbagai fasilitas kimia dan energi penting.
Dampaknya cukup serius—satu bangunan dilaporkan hancur total dan puluhan tim pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api.
Baca Juga: Heboh! Dokter Inggris Magang di Lombok, RS Mandalika Jadi Sorotan Internasional
Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi konflik Iran–Israel yang semakin terbuka.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak saling melancarkan serangan terhadap target strategis, termasuk fasilitas militer dan energi.
Sebelumnya, Iran juga dilaporkan menargetkan wilayah dekat Dimona—lokasi sensitif yang berkaitan dengan fasilitas nuklir Israel—meski tidak ada laporan kerusakan pada instalasi utamanya.
Situasi ini membuat kawasan Negev yang selama ini dikenal sebagai pusat industri dan energi Israel menjadi titik rawan baru dalam konflik.
Di sisi lain, konflik yang terus meluas juga berdampak pada stabilitas global.
Harga energi melonjak dan jalur distribusi minyak terganggu akibat serangan terhadap infrastruktur di berbagai negara kawasan Teluk.
Para analis memperingatkan bahwa jika serangan terhadap infrastruktur vital seperti listrik dan energi terus berlanjut, dampaknya bisa jauh lebih besar—tidak hanya bagi Israel dan Iran, tetapi juga bagi ekonomi dunia.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi bahwa pembangkit listrik Israel benar-benar hancur total.
Namun satu hal jelas: perang ini telah memasuki fase yang semakin berbahaya, di mana infrastruktur sipil dan energi menjadi target utama.
Editor : Kimda Farida