alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Tren Bisnis Membaik, Potensi Investasi Terbuka

MATARAM-Perhelatan event WSBK dipastikan membuka potensi masuknya investasi-investasi baru di NTB. Tak hanya pengusaha atau penanam modal luar  negeri, tapi juga dalam negeri hingga pengusaha lokal. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Investasi Lalu Risvie, Minggu (31/10).

Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha yang ada di NTB khususnya di kawasan Mandalika, membuat penawaran harga atas barang dan jasa semakin kompetitif. Bermuara pada gaung berwisata ke NTB tanpa membutuhkan biaya yang mahal. “Jadi orang berlibur gak harus mahal, bisa datang ke NTB saja,” katanya.

Ia mencontoh, investasi terbuka lebar di sektor pariwisata usai WSBK. Pariwisata memilikii banyak sektor usaha penunjang yang dibutuhkan pengunjung. Mulai dari titik kedatangan membutuhkan transportasi. Makan di restoran yang menghadirkan aneka kuliner lokal, hingga penginapan di beragam lokasi.

Baca Juga :  Memudahkan Syarat Kunjungan bisa Tingkatkan Okupansi

Masing-masing pelaku usaha pun kata dia tinggal menentukan strategi tersendiri dalam upayanya berpromosi. Tinggal divariasikan dan mengacu oada standar hospitality kepariwisataan. Hal yang sama juga berlaku untuk sektor lainnya. Misal, pertanian dan perkebunan, perikanan, dan sebagainya. “Banyak peluang yang bisa dilihat. WSBK tak hanya sekedar saat hari H, tapi juga ada after event yang bisa digarap,” katanya.

Meski demikian, persaingan bisnis yang ketat juga perlu diantisipasi. Terpenting masing-masing pengusaha bisa memunculkan rasa aman dan nyaman pada seluruh tamu yang datang. Serta penerapan prokes, merampungkan sertifikasi halal dan beragam perizinan lainnya. serta meminimalisir tantangan klaster baru Covid-19, inflasi yang bermuara pada minimnya tingkat daya beli.

Baca Juga :  Tertibkan Pinjol Ilegal, Kemenkominfo Terapkan Pengaturan ITE EKONOMI

Dengannya memperbesar potensi mereka kembali berkunjung ke NTB. Boleh jadi, kedatangan bersama rekan wisatawan yang lain. “Tinggal yang harus dibuat dan dipertahankan , rasa aman dan nyaman bagi calon konsumen,” katanya.

Sementara itu, ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTB I Made Agus Arian mengatakan, sejumlah sektor bisnis jelang WSBK semakin menunjukkan tren yang positif. Diantaranya transportasi, pariwisata, kuliner dan sejumlah lainnya. Hal ini kata dia, bisa menjadi salah satu harapan baru pertumbuhan baik pebisnis baru maupun potensi inovasi bagi bisnis yang sudah lama.

Meski demikian, pebinis juga masih dihantui beragam risiko yang masih harus dipertimbangkan. Misal, kendala pasokan karena mulai memasuki musim hujan, risiko bencana, dan lainnya. “Mulai positif, hanya kita tak bisa perhitungkan secara angka yang pasti,” katanya. (eka)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/