alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Mulai April, Harga Rumah Subsidi Naik Enam Persen

MATARAM-Tarif penjualan rumah bersubsidi di NTB segera naik awal April mendatang. ”Kenaikannya sekitar enam persen,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) NTB H Heri Susanto pada Lombok Post, kemarin (28/2).

Dengan kenaikan ini, harga menjadi Rp 158 juta per unit rumah. Angka itu naik Rp 10 juta dari harga sebelumnya Rp 148 juta per unit. ”Normalnya naik di angka itu, apalagi ditambah dengan naiknya harga bahan baku,” ujar dia.

Dia menjelaskan, developer di umumnya NTB menerapkan prinsip win-win solution terkait kenaikan ini. ”Jangan sampai terlalu tinggi. Karena akan berdampak pada terganggunya kemampuan masyarakat untuk membeli,” tutur dia.

Awalnya REI NTB menargetkan pembangunan rumah bersubsidi tahun ini mencapai 10 ribu unit. Namun atas berbagai pertimbangan, angka ini kemungkinan meleset. ”Kemungkinan sekitar delapan ribu unit dulu untuk tahun ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan dalam pembangunan rumah bersubsidi. Kementerian PUPR menyiapkan fasilitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Meliputi subsidi perumahan, subsidi bantuan perumahan, subsidi bantuan uang muka, pembebasan PPN, termasuk penurunan PPH. ”Tahun ini kami targetkan dua ribu rumah bersubsidi dari Bank NTB Syariah,” jelas Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Heripoerwanto, kemarin.

Untuk mendukung pembangunan rumah bersubsidi. Eko menyampaikan pihaknya memang mendorong bank-bank daerah untuk memperbesar marketnya. Salah satunya, melalui kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi. ”Ini adalah kesempatan yang sangat bagus, dan kami dorong bank-bank daerah ini bisa besar, seperti Bank NTB Syariah,” tutur dia.

Terpisah, Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo mengatakan pihaknya telah mempersiapkan hal itu. ”Secara infrastruktur, kami sudah persiapkan melalui KPR bersubsidi,” tandasnya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks