alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pupuk Kaltim Pastikan Stok NTB Memadai

MATARAM-Jelang Ramadan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan tidak akan ada kelangkaan pupuk bersubsidi. Persediaan bahan baku saat ini masih mendukung, khususnya untuk NTB. ”Kami pastikan tidak akan ada kelangkaan,” tegas Staf Account Excetive PT Pupuk Kaltim Wilayah NTB Lalu Husni Mauliandri, Selasa (30/4).

Dijelaskan, persediaan pupuk subsidi jenis urea di Pupuk Kaltim di NTB dalam kondisi berlebih. Data 29 April 2019 menunjukkan jumlahnya mencapai 27.754,70 ton. Dalam bagan simulasinya, Pupuk Kaltim menggunakan data proyeksi serapan atau kebutuhan pupuk petani NTB pada periode 2018. Hal itu sudah tertera di SK Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Nomor.521.33/300/2018/Distanbun NTB tertanggal 20 September 2018.

Jika dikalkulasikan dengan data proyeksi serapan petani periode 2018 tersebut. Stok pupuk bersubsidi jenis urea dalam kurun waktu tiga bulan kedepannya masih menyisakan 4.271,32 ton. ”Jika masih ada sisa, stok yang ada akan terus kita jaga dan akan kita siapkan di setiap tempat. Kalau pun kedepannya ada kelangkaan, kita akan pakai stok yang nonsubsidi,” tuturnya.

Jika kebutuhan petani masih kurang, pemerintah akan memastikan pengalokasian data penambahan. Khususnya untuk menambah stok semen saat ini. Guna menghindari penyimpangan dalam penyaluran, pihaknya memastikan penyimpanan stok pupuk di seluruh gudang dalam kondisi stabil alias aman. ”Kami rutin melakukan pengadaan-pengadaan, jadi bisa dipastikan persediaan stok kami saat ini hingga kedepan dalam kondisi terjamin dan dalam batas tersedia,” tutupnya.

Staf Departemen Yankomduk Pupuk Kaltim Bambang Setyo mengatakan, bisnis utama Pupuk Kaltim menyediakan berbagai produk semen. Diantaranya, amoniak, urea, pupuk NPK dengan segmen pasar dalam dan luar negeri. Untuk wilayah distribusi dalam negeri, wilayah pemasaran dari perusahaan ini meliputi 2/3 wilayah di Indonesia kawasan timur. Seperti, Papua, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. ”Selain memproduksi semen dan produksi lain, Pupuk Kaltim telah memproduksi urea namun juga tetap memproduksi pupuk jenis amoniak sebanyak 2,74 juta ton per tahun. Sedangkan, produksi jenis NPK sebanyak 350 ribu tonper tahun,” tandasnya.(tea/r9/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks