alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Pemulihan Industri Pariwisata Butuh Waktu Lama

MATARAM-Bisnis sektor pariwisata sangat parah terdampak pandemi. Karenanya, menurut pemerhati pariwisata Taufan Rahmadi, pengusaha harus menyadari, kini belum saatnya berpikir kapan kondisi membaik.

Industri pariwisata harus dibuka pelan-pelan, tidak perlu terburu-buru mengingat penyebaran Korona yang masih merajalela. ”Bisnis di masa pandemi ini gak bisa instan seperti membalikkan telapak tangan. Membutuhkan waktu, proses dan beragam tahapan,” katanya, kemarin (1/8/21).

Hal paling penting saat ini adalah bagaimana sektor kepariwisataan masih tetap bisa berjalan. Meski secara ekonomis belum mampu mendatangkan keuntungan seperti sebelum terjadi pandemi. Terlebih perjalanan wisata juga tidak bisa seleluasa dulu.

Kini, kemana pun wisatawan pergi dan dimana pun berada harus mengikuti protokol kesehatan. Meski itu ditetapkan secara konsisten pun, tetap tak mudah. ”Oleh karena itu kita gak bisa langsung ngebut terjadi peningkatan segala macam,” katanya.

Baca Juga :  Ngga Usah Jauh-jauh, Sunset di Pesisir Mataram Juga Keren Lho!

Saat ini, pelaku usaha masih berada di tahap penyesuaian pemulihan dan menghidupkan kembali kondisi bisnis. Untuk itu, mereka harus menangkap kondisi ini sebagai momentum untuk beradaptasi. Ia mencontohkan sederet event Internasional yang akan dilangsungkan beberapa bulan mendatang. Alih-alih menganggapnya sebagai peluang bisnis besar seperti sebelum pandemi, akan lebih baik jika dijadikan sebagai praktik terbaik menyesuaikan diri.

”Cara berwisata baru ini pasti menerapkan banyak hal. Dan butuh waktu bertahap untuk bisa kembali normal seperti dulu,” jelasnya.

Selain itu, sarannya pelaku usaha memegang peran penting untuk membangun mindset pulih secara pelan namun pasti. Dengan memastikan keamanan kunjungan bagi wisatawan, konsistensi prokes, serta menunjukkan kesiapan melalui sertifikasi CHSE dan vaksinasi di sekitar kawasan bisnisnya.

Baca Juga :  BNI Mataram Resmikan KCP Universitas Mataram

Terpenting, menciptakan produk maupun layanan pariwisata yang kreatif dan inovatif. ”Artinya di sini kita harap pelaku pariwisata satu suara mencipatakan pariwisata aman di tengah masa pandmei saja dulu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri mengatakan, bisnis hotel di Mandalika saat ini masih terpuruk. Meski ada event skala Internasional pun, belum mampu mengerek kondisi.

”Apalagi kalau acaranya digelar terbatas, paling hanya 1-2 hotel saja yang bisa merasakan manfaatnya,” imbuhnya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/