alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Harga Jual Anjlok, Pembudidaya Lobster di NTB Kelimpungan

SELONG-Memasuki masa panen, harga lobster jenis pasir maupun mutiara anjlok. Pembudidaya lobster makin kelimpungan karena harga bibit malah melambung. Keluhan ini diungkapkan Abdullah, ketua Kelompok Usaha Budidaya Andalan Indonesia di Telong-elong, Jerowaru, Lombok Timur.

Dikatakan, dulunya harga jual lobster pasir Rp 350.000 – Rp 400.000 per kilogram. Untuk jenis mutiara Rp 400.000 – Rp 750.000 ukuran 300 up. ”Bahkan satu kilogram bisa terjual Rp 1 juta,” katanya mengenang momen indah.

Kini, untuk lobster pasir harganya hanya Rp 180.000 per kilogram ukuran 170 up. Untuk mutiara pun harganya ikut berkurang. Yakni Rp 300.000 hingga Rp 500.000 saja ukuran 300 up, dan Rp 400.000 untuk ukuran 500 up. ”Kalau begini terus, bisa mati kita para pembudidaya. Penyebabnya karena kelangkaan bibit lobster, ditambah masa pandemi Covid-19. Keramba sudah banyak yang kosong sejak dua bulan terakhir,” katanya.

Para pembudidaya sudah menunggu panen sejak Juni lalu. Biasanya harga jual akan naik di Bulan Agustus dan Desember. Namun kenyataannya, hingga kini harga yang naik hanya Rp 20.000 saja.

”Ada sebagian yang masih tahan barang karena menunggu bibit. Teman-teman yang sudah menjual duluan mungkin sudah tak punya bibit lagi sekarang,” keluhnya.

Kalaupun ada bibit, harganya sangat mahal. Pihaknya coba menyediakan namun jumlahnya sangat terbatas. Satu hari hanya datang 50-60 ekor, sedangkan kebutuhan mereka jauh lebih banyak. Penyebabnya, kelangkaan akibat ekspor bibit lobster.

”Saat ini harga bibit jenis mutiara Rp 20.000, sedangkan pasir Rp 7.000 per ekor. Padahal dulu hanya Rp 5.000 hingga Rp 10.000 untuk mutiara dan Rp 1.000 hingga Rp 2.000 untuk lobster jenis pasir,” kenangnya.

Seluruh pembudidaya lobster kini kalang kabut mencari bibit. Jika ekspor terus-terusan dibuka, dia khawatir budidaya lobster dalam negeri nantinya hanya tinggal cerita.

”Menurut juknis (petunjuk teknis) yang diterbitkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), eksportir hanya boleh mengekspor 30 persen hasil tangkapan. Kenyatannya di lapangan, hampir 99 persen hasil diekspor semua,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Muhsin, salah satu pemilik kelompok budidaya lobster di Desa Pare Mas, Teluk Jor, Jerowaru, Lombok Timur. Ia mengaku sudah mencari bibit hingga ke nelayan di wilayah Dompu, Bima, dan Sumbawa. Namun jumlahnya minim. Sebab yang ditangkap adalah bibit lobster bening untuk diekspor. Padahal pembudidaya lobster NTB kesulitan untuk pengolahan bentuk bibit jenis ini.

”Kemungkinan hidupnya minim. Para petani bingung mengolahnya seperti apa. Tidak seperti di luar negeri yang punya teknologi dan penemuan canggih untuk melakukan mutasi pada bibit bening tersebut,” ujar Muhsin.

Ia berharap perusahaan eksportir taat aturan. Melaksanakan kegiatan pembudidayaan lobster dengan melibatkan masyarakat atau pembudidaya setempat. Hal ini sesuai dengan aturan tertulis di Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020.

”Sampai saat ini implementasi di lapangan masih sangat minim. Kami bingung, apa memang tidak ada binaan sesuai aturan, atau belum. Kalau belum, kami tunggu sampai kapan? Padahal sangat banyak benih ini yang sudah dieskpor,” imbuhnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks