alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Buka Kembali, Restoran Taliwang H Moerad Jalankan Konsep New Normal

MATARAM-Sejumlah pengusaha restoran menolak menyerah menghadapi Pandemi Korona. Salah satu yang tengah berjuang adalah Restoran Taliwang H Moerad.

”Mau tidak mau kita harus berdampingan dengan pandemi ini. jadi, kami putuskan untuk menerapkan protokol new normal di sini,” ujar Taufan Rahmadi, Owner Restoran Taliwang H Moerad kepada Lombok Post, kemarin (1/6).

Tiga bulan pihaknya menutup restoran. Kemarin, kenormalan baru coba mulai diterapkan. Dijelaskan, protokol di restoran ini mengacu rekomendasi dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO).

Yang dilakukan, mewajibkan karyawan dan pengunjung mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker. Dilakukan juga penggurangan kapasitas pengunjung restoran hingga 50 persen. Satu meja hanya berisi dua kursi dan berjarak satu meter.

”Harus dipastikan bahwa penerapan new normal bisa menghadirkan rasa aman bagi semua orang yang ada di lokasi. Jangan sampai justru kita yang menjadi bagian dari orang yang menularkan virus tersebut,” ujar pria yang juga aktif sebagai pegiat pariwisata ini.

Interaksi antara pelayan dengan pengunjung berjarak hingga dua meter. Orderan makanan juga tidak langsung diletakkan di meja pengunjung, melainkan di meja yang kosong  tepat di sebelahnya. ”Cara ini dilakukan sebagai penerapan physical distancing,” katanya.

Demi menarik minat pengunjung, Taufan  tidak ragu memberikan harga promo. Aneka paket murah dijanjikan ada hingga pandemi berakhir. ”Saat ini ekonomi sedang susah, jadi kita usahakan bagaimana memberikan harga semurah mungkin ditambah beragam bonus untuk menarik pelanggan,” jelasnya.

Dia menekankan, new normal tetap bisa dilakukan bersama. Dimulai dengan hal sederhana tanpa harus berinvestasi besar. ”Kita mulai dengan hal standar seperti itu dengan memanfaatkan kreatifitas dalam berinovasi,” tegas pria berkaca mata ini. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks