alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Nilai Tukar Petani NTB di Bulan Agustus Naik 0,46 Persen

MATARAM–Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2020 106,99 persen atau naik 0,46 persen dibanding bulan sebelumnya. Kepala BPS NTB Suntono mengatakan, kenaikan disebabkan indeks harga yang diterima petani (lt) lebih banyak dibandingkan harga yang harus dibayar petani (lb).

”Jumlah indeks harga yang diterima petani meningkat 0,10 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani menurun sebesar 0,35 persen,” katanya dalam dalam keterangan resmi BPS NTB.

Ia menuturkan, untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat menjadi satu-satunya yang terendah dengan hanya 96,37 poin. Sedangkan sebagian besar sektor NTP lainnya alami kenaikan dengan angka di atas 100 poin.

”NTP subsektor tanaman pangan 108,26 poin. Tanaman hortikultura 103,67 poin, dan peternakan tumbuh 109,13 poin. Terakhir ada subsektor perikanan sebesar 104,05 poin,” jelasnya.

Pada bulan yang sama juga terjadi deflasi di daerah pedesaan NTB 0,55 persen.

”Hal ini akibat terjadinya penurunan Indeks konsumsi rumah tangga, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Serta perumahan, air, listrik, juga bahan bakar rumah tangga,” ujar Suntono.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar  dari produk pertanian dengan barang dan jasa konsumsi maupun biaya produksi.

Sementara itu, nilai tukar usaha pertanian (NTUP) Agustus 106,59 poin atau 0,08 persen. Jumlah ini naik dibanding Juli dengan 106,51 poin. Suntono melanjutkan, sebagian besar NTUP bernilai lebih dari 100 poin kecuali pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang hanya 95,05 saja.

”NTUP subsektor tanaman pangan 108,41 poin, dan tanaman hortikultura adalah 102,50 poin,” katanya.

”Sedangkan peternakan dan perikanan masing-masing sebesar 107,47 dan 105,40 poin,” tutupnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Faozal mengatakan, kenaikan NTP menunjukkan kesejahteraan petani meningkat. Tinggal menjaga agar hasil tersebut tetap konsisten bahkan lebih baik lagi.

”Kita harus lebih mengintensifkan sistem pertanian tak hanya dengan sistem tradisional. Tapi juga mendorong ke arah kompetitif dan komersial. Selain substitusi kebutuhan sehari-hari, bisa juga ke hal-hal yang lebih implementer,” katanya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks