alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Pengusaha Khawatirkan Keselamatan Pelayaran dan Kesejahteraan Karyawan

Efek Kenaikan Tarif Penyeberangan yang Dinilai Kecil

MATARAM—Penyesuaian tarif untuk semua rute penyeberangan di Indonesia termasuk di Pelabuhan Lembar mengundang protes para pengusaha penyeberangan. Kenaikan tarif yang ditetapkan pemerintah dinilai kecil.

”Kami heran, satu sisi menteri Perhubungan adalah penanggung jawab keselamatan transportasi, akan tetapi kenapa menetapkan tarif yang bertolak belakang dengan keselamatan. Seakan-akan kami ingin dijebak pada penilaian publik tentang rendahnya jaminan keselamatan transportasi penyeberangan ataupun standar pelayanan minimum yang kurang,” kata Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo .

Sebagai asosiasi pengusaha angkutan penyeberangan, pihaknya tidak bisa menerima tuntutan untuk keselamatan dari pemerintah. Sehingga menurutnya, keselamatan bukan menjadi tanggung jawab operator atau pengusaha lagi. Tetapi merupakan tanggung jawab dari Kementerian Perhubungan. Hal ini dikarenakan kondisi tarifan yang sangat minim.

Baca Juga :  NTB Batasi Kegiatan Warganya, Pengusaha Terpukul

”Tarif angkutan penyeberangan yang melakukan perhitungan adalah pemerintah. Sehingga ketika terjadi kekurangan dalam penetapannya seolah-olah ada unsur kesengajaan. Bila terjadi kecelakaan, maka menteri yang harus bertanggung jawab,” sorotnya.

Kurangnya tarif, selain berpengaruh pada faktor keselamatan, dikhawatirkan juga akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan karyawan. Mereka selama ini sudah terganggu dalam pembayaran gajinya. Dengan gaji yang tidak cukup akan menyebabkan konsentrasi kerja karyawan berkurang.

”Akhirnya akan berpengaruh pada keselamatan pelayaran,” kata dia.

Diketahui, terhitung 1 Oktober, pukul 00.00 Wita tarif penyeberangan Lembar-Padangbai maupun Lembar-Ketapang mengalami penyesuaian. Sedangkan untuk penyeberangan Kayangan-Pototano berlaku mulai Rabu (5/10) mendatang.

”Kalau rata-rata penyesuaian untuk Lembar-Padangbai naik 11 persen,” kata Ketua DPC Gapasdap Cabang Lembar Denny F Anggoro.

Baca Juga :  Pariwisata Bali Siap Dibuka, Sandiaga Lakukan Berbagai Persiapan

Usulan penyesuaian tarif sebelumnya yang didorong pengusaha adapada kisaran 42,8 persen. Dengan rincian, kenaikan 35 persen plus efek atas kenaikan BBM 7,8 persen. ”Belum sesuai dengan usulan pengusaha,” tambahnya. (nur/r10)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/