alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Bidik Pasar Ekspor, Bank Sampah NTB Mandiri Raup Rp 70 Juta Per Bulan

MATARAM – Berbeda dengan bank sampah pada umumnya yang menukar sampah dengan uang, Bank Sampah NTB Mandiri justru hanya menerima sampah yang tidak layak jual. Di sana, sampah dipilah dan didaur ulang menjadi produk bermanfaat bernilai jutaan rupiah. ”Kami tidak terima sampah berupa botol dan gelas plastik. Kita menerima justru sampah milik masyarakat sendiri yang tidak laku dijual, termasuk sampah-sampah rumah tangga,” kata Aisyah Odist, pendiri Bank Sampah NTB Mandiri kepada Lombok Post.

Saat ini sudah ada 530 nasabah Bank Sampah NTBM. Semuanya berasal dari kawasan Ampenan. Ia  tidak menerima nasabah jauh agar masyarakat kawasan lain bisa membentuk bank sampahnya sendiri dan mandiri.

”Seratus lembar sampah seharga Rp 1.000. 1000 lembar sampah sudah Rp 10.000. Tapi tidak worth it dengan bensin perjalanan ke sini. Lebih baik mereka membentuk bank sampahnya sendiri. Jadi kalau ada pesanan, kita saling pesan ke bank sampah masing-masing. Tidak perlu tunggu dulu tabungan sampah masyarakat,” jelasnya.

NTBM menerima setoran sampah anorganik setiap Rabu. Rata-rata terdapat 5-6 kilogram sampah dalam dua minggu. Dia menggandeng sembilan orang pekerja dari kalangan disabilitas dan pengangguran lama.

Di tangan mereka, sampah disulap menjadi lebih dari 250 item kerajinan berbeda. seperti tas, dompet, keranjang, tempat pensil, dan souvenir lainnya. Harga jual mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 1.000.000 untuk satu produk. Terjual di pasar lokal hingga Internasional. Tong komposter misalnya, dalam sebulan saja bisa terjual hingga 50 buah dengan harga Rp 750.000.

”Pasar ekspor, lebih berani bayar mahal. karena yang saya jual tak hanya produk, tapi juga proses panjang pembuatannya sebelum menentukan harga penjualan,” katanya.

Meningkatkan pasar, NTBM bekerjasama dengan beragam perusahaan agen perjalanan. Pendaftaran masuk Rp 1.500.000 per grup. Travel agen biasa membawa 28-40 orang wisatawan. Mulai dari kalangan keluarga, hingga studi banding sekolah dan universitas, baik dalam maupun luar negeri.

”Wisatawan pasti belanja, berapapun harganya. Dari situlah keuntungan bisa didapat hingga Rp 70.000.000 per bulan,” ujar wanita berambut pendek ini.

Hairil Zidan, salah satu warga Pejeruk nasabah NTBM mengatakan cukup terbantu dengan adanya bank sampah di lingkungan sekitar rumahnya.

”Kumpulin sampah, bisa dapat tabungan. Lumayan untuk mengisi waktu luang selama beraktifitas di rumah saja,” kata mahasiswa STMIK Bumi Gora ini. (eka/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks