alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Transaki Non-Tunai di NTB Terus Meningkat

PRAYA-Penggunaan uang eletronik semakin populer dengan adanya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Itu terlihat dari meningkatnya jumlah akun dan nominal transaksi uang yang tercatat oleh Bank Indonesia NTB. Yakni mencapai jumlah Rp 40 miliar secara year to date.

”Hingga Mei 2020, jumlah akun uang elektonik bertambah 18,39 persen atau sejumlah 188.672 pengguna. Begitu pun dengan jumlah penjual (merchant) meningkat hingga 85,88 persen atau 46.523 penyedia,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) BI NTB Iwan Kurniawan, Sabtu (1/8/2020).

Pada transaksi menggunakan kartu ATM/debit dan kredit berjumlah 2.568.000 kartu. Peningkatan 3,26 persen dari Desember 2019 lalu.

Perkembangan ini, menjadi indikator agar masyarakat bisa meningkatkan pola konsumsinya. Mengingat, total outflow semester I tahun 2020 hanya Rp 4,29 triliun. Atau turun 26,50 persen dibanding tahun lalu.

”Karena masyarakat menahan pengeluaran selama pandemi berlangsung. Sehingga berimbas pada penurunan outflow akibat penurunan intensitas penarikan perbankan ke BI,” jelasnya.

Jika masyarakat terus menerus berhenti mengonsumsi, berimbas pada sektor usaha yang tak bisa berproduksi. Karena tidak ada pasar dan produk tidak terserap. Jumlah pengangguran pun bertambah. Untuk itu uang elektronik dianggap menjadi solusi transaksi bagi dunia industri.

Namun, sosialisasi penggunaan QRIS harus lebih digencarkan ke SDM merchant. Khususnya kasir yang bertugas. Karena sebagian besar dari mereka belum siap beradaptasi. Padahal, kata dia, transaksi nontunai melalui QRIS ini sejalan dengan protokol Covid-19. Yakni mengurangi interaksi antara penjual dan pembeli.

”Merchant sudah banyak, tapi kasirnya belum siap. Itulah pentingnya sosialisasi lebih dan pelatihan terhadap SDM dari merchant yang bersangkutan,” katanya.

Upaya ini mampu menekan penggunaan uang tunai. Serta potensi penyebaran uang palsu. Hingga kini pihaknya menerima 744 lembar uang palsu selama Januari hingga Maret.

”Perbankan dapat laporan dari masyarakat. kemudian meminta klarifikasi ke BI. Sejauh ini perbankan sudah efektif melakukan filtering terhadap uang yang diragukan keasliannya,” imbuhnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks