alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

BRI Ajak Masyarakat Rencanakan Masa Depan

MATARAM-Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berinovasi melalui pelayanan dan beragam produk. Salah satunya, dengan rencana masa depan bersama BritAma Rencana.

Ini merupakan tabungan investasi dari Bank BRI. Tabungan ini memiliki setoran tetap bulanan, selama jangka waktu tertentu. Salah satu fasilitasnya, dilengkapi dengan perlindungan, seperti halnya asuransi jiwa.

Kepala Bank BRI Cabang Mataram Harsono menjelaskan, BritAma Rencana memiliki keunggulan yang beragam. Diantaranya, suku bunga lebih tinggi jika dibandingkan tabungan umum. Pembayaran setoran tetap dilakukan secara otomatis (autodebet). Setoran tetap, jangka waktu, dan tanggal autodebet dapat dipilih sesuai keinginan nasabah. ”Setoran tetap bulanannya ringan, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta,” kata Harsono pada Lombok Post.

BritAma Rencana juga punya keunggulan seperti memiliki jangka waktu menabung antara satu hingga 20 tahun. Tanpa medial check-up, dapat dicairkan sewaktu-waktu. Hingga dapat dilakukan setoran tambahan diluar setoran tetap bulanan.

Pihaknya menyediakan dalam dua pilihan jenis plan, yakni, plan A dengan premi dan plan B gratis premi. ”BritAma Rencana ini juga memiliki fasilitas yang menguntungkan. Seperti bebas biaya administrasi bulanan, pengiriman mutasi rekening via e-mail (e-statement), hingga manfaat asuransi jiwa,” tutur dia.

Jika lebih diperinci, BritAma Rencana ini memiliki dua pilihan jenis plan. BritAma Rencana Plan A (dengan premi) memiliki kelebihan dalam hal penerusan setoran tetap bulan sampai dengan masa jatuh tempo. Hingga pemberian santunan langsung. Sedangkan untuk BritAma Rencana Plan B fokus pada penerusan setoran tetap bulanan sampai dengan masa jatuh tempo. ”Santunan atas klaim meninggal dunia biasa, sebesar 100 kali setoran tetap bulanan. Sedangkan untuk santunan atas klaim meninggal dunia akibat kecelakaan sebesar 200 kali setoran tetap bulanan,” cetusnya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks