alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Mayyasah Janjikan Jamaah Umroh Tetap Berangkat

Dampak Penangguhan Umroh Oleh Pemerintah Arab Saudi

LOMBOK TENGAH-Direktur Utama Mayyasah Wisata Mulya H L M Iqbal Ashari menjanjikan 120 jamaah umroh di wilayahnya tetap bisa berangkat. Namun, waktunya belum dapat dipastikan. Lantaran masih menunggu kabar pemerintah Arab Saudi. Yang sebelumnya mengeluarkan kebijakan penundaan umroh sementara waktu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.

“Tidak perlu takut gagal berangkat, mereka akan tetap berangkat tapi di-reschedule (penjadwalan ulang),” katanya pada Lombok Post, kemarin (4/3).

Iqbal juga memastikan, tidak akan ada biaya tambahan ketika pemerintah Arab Saudi membuka kembali bagi warga dunia untuk melakukan ibadah umroh.

“Tidak akan ada (biaya tambahan, Red), jangan takut menggunakan biro travel ini,” tambahnya.

Biro umroh yang satu-satunya berpusat di Praya, Lombok Tengah ini diakui kerap didatangi calon jamaah dan keluarganya. Untuk mempertanyakan jadwal keberangkatan ibadah umroh. Sekian kalinya, Iqbal tegaskan pada jamaah agar sabar menunggu. Dan tidak perlu takut gagal berangkat. Sebab hal serupa juga dilakukan pengurus dan anggota asosiasi lainnya di seluruh Indonesia.

“Kami juga meminta doanya, agar kondisi sekarang segera kondusif,” papar Iqbal.

Menyinggung pelayanan yang diberikan kepada ratusan jamaah umroh yang tertunda pasca diterbitkannya kebijakan tersebut, diakui semua berjalan lancar. Sebelum para jamaah dipulangkan ke daerah asal, pihaknya tetap membiayai akomodasi penginapan dan makan minum mereka selama dua hari di Jakarta. Disusul pemulangan para jamaah ke Pulau Seribu Masjid menggunakan satu pesawat yang sama.

“Kalau (biro, Red) yang lain ada dibagi menjadi sekian rombongan saat pulang, bahkan akomodasi hotel tak disiapkan,” ujar pria yang murah senyum ini.

Menyinggung refund (pengembalian) visa yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi, diakui Iqbal sudah dilakukan biro travelnya. Namun, tidak dikembalikan ke jamaah melainkan akan diaktifkan kembali ketika pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umroh bagi warga dunia.

“Saat diaktifkan lagi, kita juga jamin tidak ada tambah biaya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Iqbal mengimbau kepada seluruh calon jamaah Mayyasah Wisata Mulya dapat mengonfirmasi langsung kepada dirinya soal kabar perkembangan kebijakan penangguhan sementara dari pemerintah Arab Saudi. Yang berlokasi di Jl TGH Muh Faesal, Tiwugalih Praya, Lombok Tengah. Atau telepon (0370-653792).

Seperti diketahui sebelumnya, keputusan penangguhan sementara sebagai upaya pemerintah Arab Saudi mencegah penyebaran virus corona. Penangguhan itu pun atas rekomendasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Penangguhan ini berlaku untuk semua negara termasuk Indonesia. (ewi/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks