alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Dihantam Korona, Ekonomi NTB Diprediksi Masih Aman

MATARAM-Pengamat Ekonomi Supiandi menilai ekonomi NTB masih aman. ”Untuk Provinsi NTB saya memprediksi ekonominya pasti mengalami perlambatan, tapi tidak sampai minus. Hal ini didasari oleh fundamental ekonomi dan mesin ekonomi NTB yang masih berjalan aman,” katanya pada Lombok Post, kemarin (4/5/2020).

 

Ada beberapa roda penggerak ekonomi NTB yang masih berjalan hingga saat ini. Sektor Pertanian, menyumbang 23,02 persen terhadap total PDRB, dan mayoritas tenaga kerja NTB bekerja di sektor ini. ”Sektor ini juga yang membuat NTB memiliki daya tahan cukup bagus, kita punya stok pangan yang cukup,” ujarnya.

 

Bahkan April-Mei petani padi di NTB panen raya. Hal ini juga yang memicu menurunnya harga beras akhir-akhir ini. Bulan Februari-Maret harga beras per kilogram rata-rata Rp 11-12 ribu. Bulan ini angkanya menurun menjadi Rp 8-10 ribu. Secara logika ekonomi, semakin banyak jumlah yang tersedia dan permintaan tetap atau naik maka harganya akan menurun. ”Covid-19 tidak menyebabkan lonjakan permintaan terhadap beras, karena meskipun WFH konsumsi nasi juga tetap sama,” jelasnya.

 

Selanjutnya sektor perdagangan, sektor ini menyumbang 14,07 persen terhadap PDRB. Sektor ini masih tetap bertahan meskipun terjadi penurunan. Bahkan jika melihat tren konsumsi bisa mengalami peningkatan saat Ramadan. ”Hanya polanya saja yang berubah sedikit, yang awalnya transaksi terjadi langsung di pasar sekarang sudah mulai bergeser ke online,” tuturnya.

 

Nomor tiga, sektor konstruksi menyumbang 11,13 persen terhadap PDRB. Pembangunan infrastruktur masih tetap berjalan. Tukang bangunan, tukang batu atau pasir masih bisa bekerja dan menerima pendapatan. Permintaan terhadap bahan bangunan seperti batu, bata, pasir masih tetap tinggi. Proyek rehab-rekon, pembangunan perumahan subsidi atau komersil masih ada. Proyek fisik yang berasal dari anggaran pemerintah juga masih berjalan. ”Lalu sektor pertambangan juga masih hidup, sektor ini menyerap tenaga kerja yang cukup banyak di Pulau Sumbawa,” ujarnya.

 

Sedangkan sektor yang paling terpukul dari Covid-19 ini adalah sektor jasa dan ekonomi kreatif. Salah satu contohnya sektor pariwisata. Sektor pariwisata mengalami penurunan yang tajam. Banyak pegawai yang dirumahkan lantaran hotel tidak mampu membayar gaji dan lainnya. ”Tapi, jika dihitung secara menyeluruh kontribusi sektor ini belum mendominasi perekonomian NTB,” jelasnya.

 

Bagiamana dengan pelaku ekonomi kreatif dan jasa lainnya? Sektor ini juga mengalami pukulan telak, tapi SDM yang bekerja di sektor ekonomi kreatif adalah SDM yang siap dan cepat beradaptasi dengan lingkungan. ”Banyak dari mereka menjadikan Covid-19 sebagai tantangan dan peluang baru untuk membuka bisnis baru,” tambahnya.

 

Sejak Covid-19 hadir di NTB, bisnis digital tumbuh bagaikan jamur pada musim penghujan. Itu digerakkan oleh sektor ekonomi kreatif. Sebelumnya mereka bergerak lepas sesuai mekanisme pasar. ”Sekarang beberapa dari mereka menggandeng pemerintah untuk menjadi mitra,” tambahnya.

 

Selain itu, ketahanan ekonomi ini ditambah dengan adanya program dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga desa. Ini juga menjadi stimulus roda perekonomian, meskipun secara jumlah dan skala tidak terlalu besar. Bahkan, jika stimulus ini dibagikan setengah saja dari nominal yang ada, ekonomi NTB masih tetap normal. ”Tidak bosan-bosan kami mengingatkan bahwa masalah utama yang kita hadapi di NTB ini adalah Pandemi Covid-19, semakin cepat kita menangani wabah ini semakin cepat ekonomi akan pulih,” terangnya.

 

Menurutnya masyarakat NTB sudah terbiasa mengalami kesusahan ekonomi, karena sudah terbiasa mereka sudah tahu jalan keluarnya sendiri. Bahkan jika negara tidak hadir sekalipun mereka akan tetap berjuang. Sedangkan menghadapi pandemi masyarakat NTB galau, masih buta, butuh bimbingan. ”Selain mendatangkan dampak negatif, Covid-19 juga mendatangkan manfaat positif. Banyak bisnis yang bertumbangan, namun ada juga bisnis yang semakin kokoh,” ujarnya. (nur/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks