alexametrics
Jumat, 14 Mei 2021
Jumat, 14 Mei 2021

Ini Bisnis Potensial Jelang Lebaran!

MATARAM-Pandemi tak menyurutkan animo masyarakat membeli parsel dan hampers. Pemilik Dapur Aisyah Nana Albaar mengatakan hampers produksinya laku keras. Padahal bisnis ini baru dimulai tahun ini.

”Kaget juga, ternyata peminatnya banyak sekali,” ujarnya.

Lonjakan terjadi sejak ia bekerja sama dengan sejumlah IKM Kota Mataram untuk penyediaan wadah dan isian parsel. Mulai dari IKM kerajinan anyaman daun juga sektor lainnya untuk varian rasa. Menurutnya, memesan bungkus untuk hampers dari IKM lokal jauh lebih murah. Paling mahal saja hanya Rp 60-65 ribu dengan aneka bentuk yang lebih disukai pasar. ”Kalau biaya pengemasan dengan pihak ketiga justru harus merogoh kocek sampai Rp 100 -150 ribu,” jelasnya.

Hampers miliknya dibanderol seharga Rp 250 ribu sampai termahal Rp 600 ribu. Menyediakan 12 jenis kue kering yang bisa dipilih pelanggan. Salah satu yang terlaris adalah varian palm sugar cheese, palm sugar original, kue putri salju, nastar, sagu keju, dan kastengel. Hingga kemarin, ia sudah mendapat pesanan hingga 150 paket. ”Kualitas yang utama. Bahkan gula untuk varian palm sugar sajat diambil dari produksi lokal kita,” katanya.

Dijelaskan, penjualan secara online di marketplace ampuh menaikkan penjualannya hingga 80 persen. ”Kalau di luar Ramadhan perbulan omzet kotornya sekitar Rp 15-20 juta, sekarang ini sudah naik 4-5 kali lipat,” katanya.

Hal serupa juga dialami Sayuk Wibawati, pemilik Nutsafir Cookies Lombok. Lonjakan pesanan dirasakannya mulai terjadi pekan ketiga dan biasanya juga pekan keempat Ramadan. Ia menilai saat ini sektor bisnis ini cukup menjanjikan. Pesanannya sendiri dirasakan terus meningkat hingga dua kali lipat dari tahun ke tahun. ”Makanya yang pesan dadakan jelang lebaran biasanya kami tolak karena sudah full booking sejak jauh hari,” paparnya.

Selain parcel kue kering Nutsafir, pihaknya juga menyediakan parcel yang dapat dibuat sesuai permintaan. Mulai dari isian produk IKM lainnya, hingga kukis plus mukena atau pun sajadah. Serta barang-barang unik khas hari raya lainnya. ”Kadang ada saja produk isian dari IKM lain sesuai pesanan pelanggan,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM Kota Mataram I Gusti Ayu Yuliani menyebut, penjualan kue kering memang meningkat di 2021. Terutama untuk pengemasan dalam bentuk parcel lebaran. Hal ini kata dia karena keinginan konsumen cukup tinggi untuk merasakan produk-produk kue kering yang hampir ada di semua kelurahan dan kecamatan di NTB. ”Jadi banyak yang menginginkan kue kering dengan cara membeli hampers untuk diberikan ke keluarga dan lain sebagainya,” katanya.

Meski sempat merosot pada 2020 karena pandemi, tahun ini dirasakan mulai ada peningkata. Menurutnya, hal tersebut juga berkaitan dengan pelonggaran kegiatan masyarakat oleh pemerintah. ”Dimana silaturahmi saat Idul Fitri saat ini dibolehkan dengan syarat menerapkan protokol ketat,” imbuhnya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks