alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

REKIND Bawa Sejumlah Proyek Strategis Nasional Capai Target Kerja di Tengah Pandemi Korona

JAKARTA-Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, PT Rekayasa Industri (REKIND) tetap menunjukkan kinerjanya. Perusahaan pelat merah ini turut membantu  sejumlah proyek strategis nasional  mencapai target kerja yang ditentukan.

“Sebuah kebanggaan bagi REKIND dapat  berperan besar dalam mengantarkan proyek strategis nasional milik negara untuk mencapai target yang ditentukan. Saya sangat bersyukur atas capaian ini, meski tim proyek harus berjuang di tengah tantangan wabah Covid-19,” ujar Direktur Utama REKIND Yanuar Budinorman dalam siaran pers yang diterima Lombok Post.

Sejumlah proyek yang turut dikerjakan REKIND diantaranya  Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas –  Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur, milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) – anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

REKIND yang tergabung dalam konsorsium  bersama JGC IND belum lama ini juga berhasil mencapai milestone penting proyek, yaitu pengangkatan Heavy Equipment Selexol dan Regenerator Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas –  Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur dengan total berat 760 Ton.

Pelaksanaan pekerjaan proyek EPC GPF terus berlangsung meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 sehingga kemajuan pekerjaan proyek JTB pada bulan Mei 2020 telah  mencapai 64.20 persen dengan target penyelesaian pada bulan Juli 2021.

Komitmen REKIND dalam melaksanakan sejumlah proyek yang diamanatkan negara juga tergambar dalam pelaksanaan proyek PLTU Lombok CFSPP FTP-2 (2x50MW) di Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Keterlibatan REKIND bersama Rafako S.A (perusahaan pabrikan Boiler asal Polandia) dipercaya  untuk mendukung program kelistrikan nasional 35.000 MW dan secara khusus untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi di  pulau Lombok, NTB.

Di penghujung tahun 2019 REKIND juga telah menyelesaikan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat,  berkapasistas 85 MW milik PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).

Saat ini  REKIND juga tengah melaksanakan Proyek PLTP Rantau Dedap berkapasitas 98,4 MW (2 unit), yang hingga bulan April 2020 kemajuan proyeknya mencapai 81.6 persen Proyek milik PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD)  ini nantinya akan memasok listrik pada system kelistrikan wilayah Sumatera Selatan.

Capaian yang ditorehkan REKIND tidak hanya berhenti disitu. Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini juga berprestasi dalam pembangunan proyek strategis sasional lainnya, seperti dalam proyek Refinery Development Master Plan  (RDMP) Balikpapan.

Dalam pengerjaan proyek milik PT Pertamina (Persero) itu REKIND tergabung melalui Joint Operation (JO) bersama tiga perusahaan EPC dari dalam dan luar negeri yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP), Hyundai Engineering Co., Ltd. (HEC) dan SK Engineering & Construction Co., Ltd. (SKEC).

Meskipun dalam pelaksanaan proyeknya yang harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Proyek RDMP Balikpapan mampu mencapai progress 16,32 persen  diakhir bulan Mei 2020 .

RDMP Balikpapan merupakan proyek vital milik PT Pertamina (Persero) yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan Negara. Pembangunan RDMP Balikpapan diyakini akan meningkatkan kapasitas kilang Balikpapan menjadi 360 ribu barrel dari kapasitas sebelumnya 260 ribu barrel.

Selain itu juga akan meninikatkan volume produk yang dihasilkan kilang Balikpapan. Di antaranya produksi solar sebesar 23 persen atau 30 ribu barrel per hari, gasoline menjadi 100 ribu barrel per hari dan LPG menjadi 1500 ton per hari, selain itu Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230 ribu ton per tahun.

“Ini semua merupakan gambaran komitmen kami untuk selalu menjunjung tinggi profesionalitas dan dedikasi dalam setiap pengerjaan tugas yang diberikan” , tambah Yanuar.

 

Langkah-langkah itu antara lain,  melakukan pengaturan kerja shift, pemeriksaan kesehatan bagi karyawan dan tamu yang memasuki area proyek dan kantor. Selain itu, penyediaan APD lengkap di proyek dan kantor, tambahan wastafel di area strategis, hingga pemberlakuan work from home untuk beberapa karyawan tertentu yang memiliki kondisi khusus, serta pembatasan perjalanan dinas.

 

Sebagai penutup Yanuar menggarisbawahi bahwa capaian kemajuan pekerjaan diseluruh proyek Rekind di tengah kondisi pandemi ini, adalah berkat arahan kementrian BUMN dan Pupuk Indonesia selaku pemegang saham, serta  dukungan  pemangku kepentingan proyek.    “Intinya Rekind tidak akan dapat mengerjakan proyek dengan baik tanpa adanya dukungan dan koordinasi yang baik dari para Stakeholders-nya” ujar Yanuar.(r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks