alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Sejak Juli, BI Catat Optimisme Konsumen di NTB Meningkat

PRAYA–Hasil survei konsumen Bank Indonesia mengindikasi adanya peningkatan optimisme konsumen di NTB. Hal itu terlihat dari naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 109,6. Jumlah ini berada di atas indeks level optimis 100.

Dijelaskan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi (APE) BI NTB Sarwoto, kenaikan ini terbukti dari hasil Indeks Ekspetasi Konsumen yang berada pada indeks 151,8. Indeks Ekspetasi Penghasilan naik 24 poin, yaitu dari 129 Bulan Juni, menjadi 153 poin pada Juli. Kenaikan juga terjadi pada  Indeks Ekspetasi Ketersediaan Lapangan Kerja, yang Juni lalu 128, naik 29 poin menjadi 157 pada Bulan Juli. Peningkatan tertinggi terjadi pada Indeks Ekspetasi Kondisi Ekonomi enam bulan mendatang yang naik pesat sebesar 41 poin.

”Dari 106 poin Bulan Juni menjadi 147 di Bulan Juli 2020. Kenaikan terutama didorong oleh optimisme masyarakat terhadap keadaan ekonomi enam bulan yang akan datang,” jelasnya.

Adapun Indeks Kondisi Ekonomi saat Ini, optimisme masyarakat masih rendah walaupun sudah lebih meningkat dibandingkan Mei dan Juni. ”Sektor penghasilan dan pengeluaran membeli barang sudah meningkat dibanding Mei dan Juni. Namun, pesimisme terlihat paling kuat di sektor ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan,” ujarnya.

Pada sisi lain, omzet penjualan eceran juga terindikasi stabil bahkan meningkat secara bertahap. Meski memang belum berada pada level yang sama seperti sebelum pandemi. Tercatat, dari sembilan komoditas barang dagang yang disurvei pada Juni lalu, komoditas perlengkapan rumah tangga alami peningkatan terbesar. Yakni 53 persen dibanding Mei.

”Peningkatan juga terjadi di komoditas barang budaya dan rekreasi. Serta komoditas bahan bakar kendaraan bermotor,” katanya.

Perkembangan ini membuat perkiraan inflasi NTB tahun 2020 masih akan terjaga. BI memperkirakan inflasi NTB 1,0 hingga 1,3 persen (yoy). Jumlah ini berada dibawah rentang target inflasi nasional. Rendahnya inflasi karena tertolong oleh potensi NTB dalam sektor pertanian, sehingga stok bahan pangan masih mencukupi. Terlebih, konsumsi masyarakat juga rendah selama pandemi Covid-19.

”Pertambangan juga mampu menahan kontraksi ekonomi,” ujarnya optimis. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks