alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Pengusaha Nilai Pendakian One Day Trip ke Rinjani Kurang Menguntungkan

MATARAM–Jelang dibukanya Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) 7 Juli mendatang, belum membuat pelaku usaha sektor pendakian bernapas lega. Durasi wisata satu hari atau one day trip yang ditetapkan pemerintah jadi persoalan.

”Setengah bahagia, setengah kecewa. Kami senang TNGR dibuka kembali. Tapi kecewa juga karena kebijakan one day trip, tentu tidak ada yang menyewa alat. Sehingga tetap saja tidak ada pemasukan bagi kami,” jelas Lalu Dalil Falihin, pemilik usaha peralatan untuk pendakian gunung dan sewa jasa porter, SembaluNesia Trip.

Dikatakan, selama ini usahanya bergantung pada wisatawan yang melakukan trekking atau pendakian. Karena durasinya yang lebih dari satu hari, tenda dan perlengkapan outdoor menjadi kebutuhan yang selalu diincar. Juga, jasa porter untuk membantu wisatawan membawa barang.

”Kalau hanya sehari, paling hanya sampai di kawasan wisata tertentu yang masih berjarak dekat. Jasa porter pun hanya digunakan segelintir wisatawan. Kebutuhan outdoor seperti tenda, kompor dan yang lainnya tidak dibutuhkan,” keluhnya.

Menurutnya, dampak paling dirasakan oleh para tracking organizer yang baru dirintis. Belum terlalu dikenal masyarakat sehingga masih minim peminat. ”Agak sulit bersaing dengan usaha serupa yang sudah punya nama. Apalagi setelah terdampak Korona, usaha ini diam di tempat. Tidak bisa promosi dan lainnya,” katanya.

Meski begitu pihaknya tetap akan kembali beroperasi seperti biasa. Tentu dengan perlengkapan protokol pencegahan Korona. ”Ada atau tidak ada wisatawan yang butuh jasa porter, tetap akan kami fasilitasi masker dan handsanitizer, serta beragam peralatan lainnya,” ujarnya.

Olina Dwi Lestari, salah satu pedagang di kawasan Sembalun mengeluhkan keterlambatan informasi yang selalu diterima para pedagang. Terutama saat akan membuka maupun menutup kawasan wisata. ”Kita sebagai rakyat kecil sangat kecewa karena tidak ada pemberitahuan. Supaya tidak rugi juga karena sudah mempersiapkan barang dagangan tapi akses jalan malah ditutup,” ujarnya saat diwawancara via telepon, kemarin (3/7/2020).

Ia berharap, dengan dibukanya TNGR perlahan dapat menghidupkan kembali usaha mereka. ”Selama Korona, jalur Sembalun dan kawasan di sekitarnya ditutup. Tentu kami tidak punya penghasilan. Sekarang semoga bisa lebih baik,” imbuhnya (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks