alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

MATARAM–Pandemi Korona membuat omzet penjualan perlengkapan sekolah menurun drastis. Hal itu akibat ketidakpastian kapan belajar di sekolah kembali diberlakukan.

Dalam keadaan normal, penjualan seharusnya melonjak Juli dan Agustus ini, mengikuti momen tahun ajaran baru. Store Manager Toko Buku Airlangga Lombok Epicentrum Mall (LEM) Idham Adi Surya mengatakan, penurunan mencapai 60-70 persen.

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.

Sebelum Korona, dalam sebulan bisa terjual 30 dus berisi 20-32 pack buku tulis. Jumlah tersebut bisa meningkat tiga kali lipat saat momen tahun ajaran baru. Kini pihaknya baru bisa menjual lima box saja.

”Dulu satu box saja bisa laku dalam setengah hari. Sekarang satu box butuh waktu sebulan untuk menjualnya,” keluhnya.

Hal ini juga berpengaruh pada jumlah kunjungan. Kondisi toko yang lengang berbanding terbalik dengan kondisi tahun-tahun sebelumya. Pengunjung membludak hingga akses jalan mulai dari pintu masuk hingga kasir pun terbatas. Kini jumlah pengunjung harian bisa dihitung jari.

Dikatakan, kenaikan penjualan justru terjadi pada buku-buku novel dan Alquran. Dalam sehari 2-3 buah Alquran terjual. Untuk novel, sebagian besar dibeli oleh kalangan muda.

Kini pihaknya memberikan diskon 25 persen untuk kedua komoditas tersebut demi semakin mendongkrak penjualan. ”Mungkin karena kesibukan berkurang sehingga diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca Alquran atau novel,” ujarnya.

Kegiatan belajar dari rumah membuat sejumlah pedagang seragam di Pasar Narmada beralih untuk menjual sepatu. Tren berolahraga dan bersepeda saat pandemi yang meningkat, menjadi peluang baru.

”Yang jualan seragam menipis. Karena tidak ada yang beli. Kalau sepatu kan biasa dipakai saat berolahraga,” kata Haryanto, salah satu pedagang seragam dan sepatu Bhakti Jaya.

Ia bisa menjual 5-6 pasang sepatu dalam sehari. Sedangkan penurunan omzet seragam hingga 90 persen. Meski demikian ia tetap memajang beberapa seragam dengan diskon besar-besaran. Sekaligus untuk menghabiskan stok yang sudah terlanjur dibeli.

”Dipajang saja. Berharap ada pembeli yang mau menyicil dari sekarang untuk dipakai saat sekolah nantinya,” tutupnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks