alexametrics
Rabu, 2 Desember 2020
Rabu, 2 Desember 2020

DP 0 Persen untuk Mobil Listrik, Toyota Andalkan Jenis Hybrid

MATARAM–Kebijakan baru terkait kredit kendaraan listrik berlaku mulai Kamis (1/10/2020). Kini pembelian mobil atau motor listrik secara kredit bisa tanpa uang muka alias down payment (DP) 0 persen.

Kebijakan ini  tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/13/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 20/8/2018. Yakni tentang Rasio LTV untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka). Jenis kendaraan yang boleh diterapkan DP 0 persen dalam aturan ini adalah kendaraan bermotor ramah lingkungan. Yakni kendaraan bermotor berbasis baterai, alias mobil atau motor listrik.

Samsuri, kepala Cabang Krida Toyota Lombok mengatakan Toyota pada dasarnya  mendukung kebijakan pemerintah. Namun pihaknya saat ini masih mengandalkan mobil hybrid. Kendaraan semi listrik yang menggunakan mesin listrik dan konvensional. ”Kalau kebijakan tersebut berlaku juga untuk mobil jenis hybrid, tentu akan berdampak positif bagi kami,” katanya.

Berbeda dengan mobil listrik, mobil jenis hybrid hanya diisi dengan menangkap energi kinetik dari proses pengereman dan pasokan listrik langsung mesin bakar. Bahkan ada beberapa kondisi dimana mesin bensin mati dan hanya mengandalkan listrik dari baterai. Kedua mesin ini bekerja sama untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar terbaik. ”Hal ini membuat mesin hybrid jauh lebih bersahabat dengan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, untuk memuluskan penerimaan kebijakan DP 0 persen ini, bergantung pada tiga aspek. Pertama, kunci utama untuk penggunaan mobil listrik adalah harus tersedia terlebih dahulu fasilitas pendukung, seperti stasiun pengisian daya.  ”Di kota-kota besar mungkin sudah ada 1-2. Di sini kan belum ada sama sekali sehingga mobilitasnya lebih susah,” katanya.

Kedua, mahalnya harga mobil listrik baterai. Hal ini sejalan dengan teknologi dan perangkat tambahan yang dijejalkan, sesuai fungsi mode elektriknya. Semakin besar baterai, semakin mahal juga harga kendaraan. ”Kalau harganya masih Rp 300 – 400 jutaan pasti banyak yang mau beli. Kalau diatas itu pasti enggan,” ujarnya.

Terakhir, masalah regulasi. Seperti iming-iming pajak rendah atau beragam intensif lainnya. ”Tanpa peraturan yang berpihak kepada mobil listrik maka tidak akan menarik perhatian pasar,” imbuh Samsuri.

Pendapat senada disampaikan Galih Mega Putra, Humas Indonesian Starlet Club Chapter Lombok. Menurutnya, kebijakan ini harus dibarengi sosialisasi, kualitas, dan harga produk yang terjangkau. Apalagi minat masyarakat Indonesia lebih condong pada produk Jepang yang sudah terbukti andal. ”Harus mengubah mindset masyarakatnya,” ujarnya. (eka/r9)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pegadaian Catat Kinerja Positif Meski Pandemi

”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).

STIE AMM Disegel, Pihak Terkait Diingatkan Jangan Korbankan Mahasiswa

”Secara psikologis kan trauma itu (mahasiswa, Red),” kata Pengamat Pendidikan Prof H Mahyuni, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa (1/12/2020).

Dikbud NTB Semprot Kepala Sekolah, Tak Libatkan KTU Susun RKAS

”Kelihatan ini pada saat kita evakin (evaluasi kinerja, Red),” jelasnya, saat pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMA tahap III untuk Pulau Sumbawa, di Senggigi, Senin malam (30/11/2020).

HARUM Jadikan RTH sebagai Pengendali Banjir

Sebagai sebuah wilayah yang berada di hilir sungai Mataram kerap mendapatkan air kiriman dari hulu ketika musim penghujan tiba. Ditambah dengan hujan di Mataram, kiriman air dalam jumlah besar mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir.

Menolak Miskin, Pusparini, Tukang Sapu Jalan yang Memilih Keluar dari PKH

Banyak orang kaya bermental miskin. Namun ada juga masyarakat kurang mampu tapi bermental kaya. Pusaparini, warga Lingkungan Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur salah satunya.

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.
Enable Notifications    OK No thanks