alexametrics
Selasa, 1 Desember 2020
Selasa, 1 Desember 2020

Ekonomi NTB Triwulan III Terkontraksi 1,11 Persen, Saatnya Berhemat!

MATARAM–Ekonomi NTB triwulan III 2020 (yoy) mengalami kontraksi 1,11 persen. Namun dibandingkan triwulan sebelumnya, mengalami pertumbuhan 3,01 persen (q-to-q).

”Untuk data kumulatif, mulai dari triwulan I  hingga triwulan III 2020, pertumbuhan ekonomi NTB melaju positif 0,13 persen,” tegas Suntono, kepala BPS NTB dalam konferensi pers daring, Kamis (5/11/2020).

Pertumbuhan ekonomi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2020 mencapai Rp 34,06 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 23,77 triliun.

Yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 adalah dari sisi pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai komponen ekspor luar negeri yang melayani rumah tangga 44,63 persen. Sedangkan sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori pertambangan dan penggalian sebesar 40,32 persen.

”Secara q-to-q, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 72,08. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri  tumbuh sebesar 43,57 persen,” jelasnya.

Pengamat ekonomi Universitas Mataram Firmansyah tidak terlalu terkejut dengan pernyataan bahwa Indonesia masuk jurang resesi. Hal ini sudah sesuai dengan prediksi yang banyak dilontarkan sebelumnya. Tercermin dari gejala deflasi yang terus terjadi. Termasuk daya beli masyrakat yang belum terdongkrak, sementara instrumen peningkatan pertumbuhan ekonomi terbatas.

”Tidak perlu diratapi bahkan saling menyalahkan. Sekarang bagaimana kita berusaha tidak berlama-lama di situasi ini,” katanya terkait kondisi ekonomi nasional.

Untuk NTB, meski kontraksinya tak sebesar angka nasional, juga harus bersiap. Solusinya dengan memanfaatkan APBD lebih produktif. Denganya pemda diharapkan bisa mengajukan program-program stimulan untuk mengembangkan UMKM. Termasuk bisnis baru, atau membesarkan industri yang sudah ada.

”Kita identifikasi berapa potensi kemampuan lokal untuk mandiri sektor pangan, primer, dan lainnya. Karena kemandirian inilah yang menyelamatkan kita,” katanya.

Program ini juga sekaligus menghindari PHK atau tingkat pengangguran yang lebih parah. ”Kalau PHK terjadi, konsekuensi sosialnya lebih tinggi dibanding konsekuensi ekonomi,” tambahnya.

Selama ancaman resesi, masyarakat juga diimbau bersiap. Caranya dengan menabung atau berhemat. Masyarakat juga didorong membeli produk lokal untuk ikut membangun gairah ekonomi daerah.

Industrialisasi substitusi atau penggantian barang impor asing dengan barang produksi lokal juga perlu digalakkan. ”Sayangnya selama ini saya lihat belum ada pemetaan produk-produk lokal yang menjadi kategori subtitusi impor yang bisa diakses masyarakat,” keluhnya.

Menurutnya, semangat baru untuk keluar dari jurang resesi jangan sampai kendor. ”Caranya dengan menggairahkan ekonomi lokal,” imbuhnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk Produk Lokal

Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Situasi ini tidak hanya  berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga dunia usaha. Meski kondisi sulit, beberapa UMKM masih mampu bertahan bahkan berkembang dengan sejumlah inovasi. Profesional, kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital jadi jurus yang banyak dipakai para UMKM lokal dalam mendongkrak penjualan produk-produk mereka.

Kisruh Aset Pemprov di Trawangan, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana

”Informasi dari kami banyak, Kejati juga banyak yang sudah didapatkan,” kata Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha.

Ekspor Ditutup, Ratusan Ribu BBL di NTB Tertahan di Penampungan

”Satu bulan saja tidak ada kejelasan, pasti ekspor ilegal terjadi. Barang yang tertahan sekarang itu kan duit semua,” kata Ketua Dewan Pembina Lombok Lobster Association (LLA) Mahnan Rasuli, Minggu (29/11/2020).

UMKM Lokal Bisa Pamer Produk di NTB Mall Offline

”Ini potensi pasar baru yang menjanjikan untuk menjual produk lokal,” ujar Fathurrahman, kepala Dinas Perdagangan NTB.

Guru Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Dikbud Lobar Masih Berhitung

”Iya, kami telah menerima arahan dari Pak bupati dan sedang kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Lobar Khairuddin, pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Sumo Sale Nissan, Diskon Terbesar di Tahun 2020

"Promo diskon Sumo Sale ini untuk All New Nissan Livina promonya sampai akhir tahun," kata Branch Head Indomobil Nissan Sandubaya Ryo Hadiyanto pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.
Enable Notifications    OK No thanks