alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

Tuntas, Bulog NTB Distribusi 15.000 ton Beras Bansos ke KPM

MATARAM–Bulog NTB telah merampungkan penyaluraan program bantuan sosial (Bansos) pada 339 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka telah menerima 15 kilogram beras selama tiga bulan sejak Agustus lalu. Total yang disalurkan 15.000 ton beras medium.

”Kinerja NTB peringkat ketiga tercepat penyalurannya,” ujar Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog NTB Abdul Muis, Kamis (5/11/2020).

Penyaluran beras sempat terkendala di bulan awal distribusi. Hal itu disebabkan pola distribusi yang masih perlu banyak penyesuaian.

”Kita segera adaptasi bulan kedua dan ketiga untuk kinerja lebih optimal,” katanya.

Selain dirasakan oleh keluarga penerima manfaat PKH, program bansos beras juga dinilai menguntungkan bagi para petani. Mereka merupakan kelompok masyarakat terdampak Covid-19. ”Kita tidak segan menyerap beras yang ada dari petani NTB karena ada kepastian pasar,” katanya.

Total serapan gabah dari petani mencapai 60 ribu ton. Untuk stok beras di NTB, masih ada 27 ribu ton yang tahan selama tujuh bulan. Setidaknya hingga waktu panen berikutnya.

”Saat ini juga masih panen jumlah kecil. Karena ketersediaan harus selalu standby,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ahsanul Khalik, kepala Dinas Sosial NTB mengapresiasi kinerja Bulog NTB. ”Kita kalah dari Bali karena jumlah distibusi mereka lebih kecil. Tapi secara nasional, kita lebih unggul. Ini menunjukkan kinerja yang bagus,” katanya.

Dikatakan, jumlah persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) daerah masih stabil. Rinciannya, pemrov sebanyak 200 ton, dan masing-masing kabupaten masih punya 100 ton. Beras ini dikelola oleh pemerintah pada Perum Bulog. Dengan arah penggunaan untuk penanggulangan keadaan darurat bencana dan kerawanan pangan pasca bencana. ”Kalau jumlahnya masih kurang, baru menggunakan stok yang dimiliki Dinas Ketahanan Pangan,” katanya. (eka/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Dijual ke Luar Daerah, Harga Bahan Pokok di Mataram Naik

”Yang buat mahal itu harganya karena banyak dikirim ke luar daerah. Di sana harganya jauh lebih menjanjikan jadi pedagang memilih kirim ke sana juga,” ujarnya.

Guru Garda Terdepan Pencegahan Korona di Sekolah

”Kalau guru tidak disiplin atau lengah, maka saya tidak bisa bayangkan, apa yang akan terjadi pada anak-anak kita,” ujar Pembina BKP PGRI NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dosen Fisika Unram Gelar Pelatihan HOTS Daring

”Ini (pelatihan, Red) dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa di tengah wabah Pandemi Covid-19,” kata Ni Nyoman Sri Putu Verawati, ketua tim dosen, kemarin (23/11).

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...
Enable Notifications    OK No thanks