alexametrics
Senin, 25 Mei 2020
Senin, 25 Mei 2020

Agus Suhaili Sulap Rempah-Rempah Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

MATARAM-Siapa yang menyangka jika rempah-rempah dapat diubah menjadi kerajinan bernilai seni tinggi. Buktinya, di tangan Agus Suhaili rempah-rempah berhasil diolah menjadi hiasan dekorasi rumah hingga pengharum ruangan.

“Saya tertarik membuat produk ini setelah melihat-lihat di internet. Selain itu saya juga mendapatkan ide saat berkunjung ke Jogjakarta beberapa waktu lalu,” tutur Agus.

Sejak tiga bulan terakhir, Agus sapaan akrabnya, mulai membuat kerajinan seperti gantungan pengharum ruangan hingga hiasan dekorasi. Menurutnya pengharum ruangan terbuat dari rempah-rempah bermanfaat untuk menetralisir bau ruangan atau mobil.

“Pengharum ruangan yang kecil ini bisa dipakai di mobil. Pemakaiannya cukup simpel. Cukup digantung saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan, isi pengharum ruangan tersbut, terbuat dari rempah-rempah seperti kopi, akar wangi, hingga cengkeh. Pengharum miliknya bisa bertahan hingga 6 bulan lamanya. Khusus untuk aroma kopi, ia menggunakan biji kopi yang sudah disangrai terlebih dahulu. Ini dilakukannya agar aroma khas kopinya keluar.

Untuk diketahui, aroma kopi bermanfaat untuk memberikan suasana rileks. Serta mampu menetralisir aroma ruangan atau kendaraan yang apek.

“Sebenarnya aromanya bisa bertahan selamanya, tetapi bisa diisi ulang jika merasa aromanya kurang tajam,” tuturnya.

Dalam satu hari ia berhasil membuat sekitar 10 hingga 20 gantungan pengharum ruangan. Sementara itu, untuk hiasan dekorasi yang cukup besar, ia membutuhkan waktu hingga 3 minggu.

“Bentuknya unik dan menarik, itu daya tariknya. Selain itu aromanya juga bertahan lama, itulah yang membedakan buatan kami dengan buatan pabrik,” katanya.

Untuk harga jual, pengharum ruangan ini dibanderol cukup murah. Yakni mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk hiasan dekorasi dari kayu sentigi. Sedangkan untuk pemasarannya, Agus hanya memanfaatkan penjualan online saja.

“Saya banyak memasarkannya lewat online sekaligus juga menjadi binaan dari Lombok Food,” terangnya.

Khusus untuk pangsa pasar, produknya sudah mulai banyak diminati masyarakat. Khususnya, wisatawan mancanegara yang tertarik dengan desain produknya. Tak hanya turis asing, wisatawan domestik juga tertarik dengan produk miliknya.

“Kami berencana  membidik pangsa pasar hotel-hotel. Tak hanya itu, kami juga ingin memiliki galeri, agar memudahkan pembeli untuk berkunjung,” tandasnya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Covid-19, Seleksi Alam, dan Pentingnya Alat Pelindung Diri

PEMERINTAH memutuskan agar masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan dan berdamai, dengan Covid-19 agar tetap produktif. Suatu keputusan pasti mengandung suatu risiko. Pengambilan keputusan agar...

Pria di Dompu Dibacok Depan Istrinya Usai Salat Subuh

DOMPU-M Ali warga Desa Katua menjadi korban pembacokan usai salat subuh, Sabtu (23/5). Pria 45 tahun ini dibacok di depan istrinya. Korban mengalami dua luka...

Dua Tenaga Medis di Lombok Barat Positif Korona

GIRI MENANG-Dua orang tenaga medis di Lombok Barat (Lobar) terkonfirmasi positif korona. Saat ini, keduanya sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan dalam kondisi...

Kisah Tenaga Medis RSUD Selong harus Berlebaran di Ruang Isolasi Sambil Merawat Pasien Korona

SELONG – "Kami lebaran di sini saja. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.’. Kalimat itu tertulis di dua lembar kertas putih....

Wabah Korona, Kemendagri Optimis Pilkada Serentak Tetap Digelar 9 Desember

JAKARTA--Pemerintah akhirnya menyampaikan sikapnya terkait nasib pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengusulkan agar pemungutan suara tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Plt...

Sehari Bertambah 526 Orang, Korona di Indonesia Naik Menjadi 22.271 Kasus

JAKARTA--Terus Meningkat,  pasien positif Covid-19 di Indonesia masih mengalami peningkatan. Per Minggu (24/5) bertambah 526 kasus baru. Total pasien positif virus Korona di Indonesia...

Paling Sering Dibaca

Dalam Sehari, 10 Bayi dan Balita di Lombok Positif Terjangkit Korona

MATARAM—Jumlah bayi dan balita terjangkit korona di NTB terus bertamah. Jumat (22/5) kemarin sedikitnya lima bayi  dengan rentang usia satu sampai tujuh bulan positif...

Polres Mataram Tembak Komplotan Pembobol Mesin ATM

MATARAM-Jejak pelaku pembobol mesin ATM Wira alias Ceking dan Ibat alias Jarwo terhenti. Mereka diringkus tim opsnal Satreskrim Polresta Mataram, Kamis (21/5).   Mereka tertangkap di...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Malam Lebaran, Korona NTB Naik Jadi 474 Orang, Tidak Ada Tambahan Pasien Sembuh

MATARAM—Kasus positif korona di NTB kembali merangkak naik. Sabtu (23/5) Pemprov NTB mengumumkan 10 kasus positif baru. Hal ini merupakan hasil  pemeriksaan 73 sampel...

Mulai 1 Juni, Masuk ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp 7 Juta

JAKARTA--Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya...