alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Berkah Korona, Potensi Pasar Hortikultura Cerah

MATARAM–Bercocok tanaman hortikultura kembali digandrungi seiring kemunculan wabah Virus Korona. ”Banyak orang mulai sadar bahwa tanaman organik penting dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi,” kata Desy Arista, penjual dan pembudidaya tanaman hortikultura di Mataram.

 

Bebas pestisida menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkannya dan banyak pembudidaya lain. ”Orang lebih suka sayuran segar yang bebas zat kimia. Tekstur rasanya juga jauh lebih lembut dibanding sayuran lain,” jelas Desy.

 

Dijelaskan pula, permintaan tanaman hidroponik, atau yang dikembangkan menggunakan media air, sangat tinggi. Seperti sayuran sawi, pakcoy, selada hijau dan merah. Ia biasa menerima empat hingga lima pesanan dengan omzet Rp 100 ribu lebih dalam sehari. ”Terbanyak dicari adalah sawi dan selada. Jadi diprioritaskan untuk penanaman dan penjualan di keduanya,” jelasnya.

 

Karena banyak orang mengurangi kegiatan di luar rumah, Desy memanfaatkan pemasaran produknya daring. Produk yang dipesan akan dikirim melalui kurir setiap sore. Hal ini ditawarkan untuk memudahkan pembeli, sekaligus penerapan physical distancing. ”Kami selalu mengirim sayuran yang baru dipetik sore hari. Untuk mempertahankan kesegaran, juga agar terlihat subur dan cantik,” ujarnya.

 

”Meski harganya lebih mahal dari pasar, tapi saya yakin pembeli tetap tertarik karena sayuran berkualitas selalu dibutuhkan,” lanjut wanita yang juga berprofesi sebagai pegawai kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTB ini.

 

Hamzah pembudidaya tanaman hortikultura lainnya berharap dapat terus meningkatkan kualitas. ”Saat ini memang hanya mampu melakukan pemasaran untuk lokal saja,” katanya.

 

Kedepan dia berharap kebutuhan supermarket, hotel, dan restoran di NTB bisa dipenuhi. Diasaat bersamaan dia berharap upaya pemerintah mengedepankan produk lokal dibanding impor. ”Supaya semua bisa berswadaya,” tutupnya. (eka/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks