alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

MATARAM-Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi mengatakan, kelangkaan gas elpiji bukan karena barang yang tidak tersedia.

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” katanya kepada Lombok Post, Jumat (7/8).

Kemungkinan lainnya juga bisa disebabkan oknum spekulan yang memperjualbelikan kembali elpiji di level pengecer. Mereka menahan stok yang dimiliki untuk memicu kenaikan harga.

”Jika kesulitan mendapat elpiji di pengecer, kami imbau masyarakat langsung membeli di pangkalan Pertamina resmi. Jika masih sulit, mohon disampaikan lokasi pangkalan tersebut agar langsung kami kroscek keadaannya di lapangan seperti apa,” tegasnya.

Pihaknya sudah menggelontorkan tambahan suplai elpiji 14 persen atau 390 metrik ton perhari. Penambahan bertepatan sebelum momen perayaan Idul Adha. Dalam hal pengawasan dan penyaluran, merupakan wewenang Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, bersama dengan pemerintah pusat dan daerah serta aparat penegak hukum.

”Sejauh ini distribusi tetap dilakukan seperti biasa. Pertamina sebagai operator pelaksana akan menyesuaikan pola petunjuk pelaksanaan dari regulator. Dari Pertamina melalui lembaga penyalur, hingga paling akhir adalah pangkalan resmi,” katanya.

Ia menjelaskan, agar verifikasi penyaluran elpiji subsidi sesuai dengan wilayah pangkalan, pihaknya telah mensyaratkan pembeli melampirkan KTP dan KK. Termasuk menerapkan mekanisme sanksi bertahap bagi yang melakukan penyaluran tidak sesuai aturan.

”Misalnya menjual dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET), melayani penjualan ke pelaku usaha yang tidak termasuk dalam kriteria UMKM. Oknum tersebut dikenakan sanksi mulai dari surat peringatan hingga pemutusan hubungan usaha (PHU),” ujarnya.

Meski gas elpiji subsidi langka, sejumlah pengecer mengatakan tidak ada kenaikan harga. Baiq Puji Setia Ningsih pemilik Kios Mama Ina mengatakan harga yang diterima masih normal Rp 15.500.

”Kami jual Rp 19.000,” katanya.

Ia juga mengalami kesulitan untuk menukarkan tabung gas yang kosong. Terlebih, jumlah jatah yang diterima terbatas. Pihak pengampas hanya mengantarkan sepekan sekali, dengan jatah maksimal 10 tabung per kios.

”Kelangkaan ini membuat pembeli dari tempat jauh turut mencari ke sini. Jadi rebutan,” ujar wanita tiga anak ini. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks