alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Faber-Castell Hadiahkan Dana Pendidikan 26 Siswa dan Guru Terpilih

JAKARTA–Produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia, Faber-Castell menghadiahkan dana pendidikan kepada 26 siswa dan guru terpilih. “Mereka merupakan pemenang tiga kegiatan kami di periode 2019/2020 sebelumnya, yang berasal dari Family Art Competitions (FACT), Family Colouring Competitions (FCC) dan Teacher Competitions (TC),” ungkap Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia Richard Panelewen.

 

Dana pendidikan ini merupakan kompensasi dari hadiah semula yang seharusnya berupa tiket dan akomodasi bagi para pemenang nasional ke sejumlah objek wisata. Hal ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi Pandemi Covid-19.

 

Richard juga menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan Faber-Castell di periode 2019/2020 harus dihentikan lebih cepat, hal ini  sebagai langkah pencegahan dari penyebaran Covid-19. Dimana Faber-Castell berkomitmen untuk mendepankan aspek keselamatan dan keamanan peserta kegiatan, yang didominasi anak dan keluarga. Sejumlah kegiatan nasional pun dihentikan sebelum jadwal seharusnya.

 

Sebagai contoh kegiatan Family Coloring Competition (FCC), kegiatan mewanai untuk siswa PAUD/TK. Hanya bisa dilaksanakan di  67 kota, dari target awal  89  kota, sementara Family Art Competition (FACT) terlaksana pada 22 kota dari 37 kota yang direncanakan. Kegiatan kreasi yang ditujukan para guru, Teacher Competitions (TC) baru berjalan di  37  kota.

Namun sebagai bentuk komitmen, Faber-Castell tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemenang  kegiatan, bentuk hadiah utama yang awalnya berupa wisata bagi para pemenang nasional, dikonversi dalam bentuk dana pendidikan.

 

Adapun terkait jumlah yang diperoleh oleh pemenang, Richard menjelaskan bahwa dana pendidikan yang akan peroleh pemenang yakni Rp 20 juta untuk pemenang lomba FACT dipotong pajak yang diberikan kepada 5 pemenang.

 

Sementara pemenang nasional FCC mendapatkan Rp 10 juta dipotong pajak yang diberikan kepada 12 pemenang. Dan pemenang TC memeroleh Rp 5 juta di potong pajak yang diberikan kepada 9 pemenang.

 

Adapun proses penjurian telah dilakukan di kantor Faber-Castell Surabaya, pada 4 Agustus 2020 silam dimana penjurian dilakukan secara terbuka dengan melibatkan juri profesional. Salah satunya merupakan perwakilan Institut Teknik Surabaya (ITS) dan disaksikan oleh notaris untuk memastikan bahwa sesuai dengan prosedur dan telah memiliki dasar hukum yang kuat.

 

Penilaian terhadap pemenang di dasarkan komposisi dan variasi warna, kreativitas, teknik pewarnaan, kerapihan dan kebersihan, dimana indentitas dari karya ditutup, sehingga juri hanya fokus terhadap hasil karya saja.

 

Richard juga menambahkan bahwa Faber-Castell terus mendorong kreativitas di tengah situasi saat ini, diantaranya melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan secara digital.

 

Sementara itu, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbud RI Dr Muhammad Hasbi mengungkapkan bahwa anak adalah aset bangsa yang paling berharga.

 

Dengan memberikan perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan anak sejak masa dini, maka kita telah melakukan investasi terbaik yang pernah ada.

 

Mewujudkan pendidikan anak usia dini  yang berkualitas tidak saja secara eksklusif menjadi kewenangan pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, stakeholders termasuk dunia usaha.

 

Kemendikbud sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Faber-Castell yang turut andil memberikan kontribusi dalam memberikan dana pendidikan kepada guru PAUD terpilih dan anak-anak yang telah menunjukkan kreativitasnya.

 

“Dalam era disrupsi inovasi saat ini, kreativitas menjadi kunci untuk berhasil,” ujarnya.

 

Melalui pendidikan anak usia dini, semua pihak ditantang untuk menyiapkan anak-anak yang bisa memiliki kemampuan memecahkan masalah, kritis, analitis, berinovasi dan dapat beradaptasi untuk hal-hal baru yang tidak terduga. (*/r10)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks