alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pemda Dilarang Rapat di Hotel

MATARAM-Kepala Bidang Pariwisata Kadin NTB Teddy Sanyoto menilai kebijakan baru yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, terkait larangan kegiatan rapat pemerintah daerah di hotel tidak memiliki korelasi.

”Kami harap statement menteri dalam negeri itu hanya emosi sesaat,” katanya pada Lombok Post, kemarin (8/2).

Sebelumnya, menteri era Jokowi ini mengeluarkan standar operasional prosedur (SOP) baru. Terkait urusan daerah, urusan kementerian harus dibahas di gedung kementerian atau pemerintahan di daerah. Langkah ini dianggap Owner Golden Palace Hotel ini akan mematikan industri pariwisata, khususnya NTB.

”Rata-rata MICE di Kota Mataram ini kontribusinya 70 persen, kalau ini berlaku jelas-jelas akan membunuh industri pariwisata,” tegasnya.

Apalagi dengan kondisi NTB sedang diguncang gempa sejak Agustus lalu, hingga tingginya harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar. Mengingat perkembangan bisnis perhotelan di Mataram menyumbang pajak yang cukup besar.

”Kami harap Gubernur NTB bisa memperjuangkan dan memperhatikan kondisi ini,” cetusnya.

Tak hanya itu, orang nomor satu di hotel bintang empat itu juga meminta pemda segera melobi pemerintah pusat. Jika tidak, bisnis pariwisata di daerah-daerah kecil , seperti NTB bisa mati.

”Pemerintah daerah harus cepat bersikap,” katanya.

Ia meminta pemerintah jangan menganggap peran serta pihak swasta tidak bermanfaat. Karena, dengan berdirinya hotel-hotel, menyumbang kontribusi utuk pembangunan daerah.

”Jika larangan meeting di hotel berlaku, ini merupakan kebijaksanaan yang tidak bijaksana. Akhirnya semua akan hancur,” tandasnya.(tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks