alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Perubahan Perilaku Berbelanja Sebabkan Pasar Modern Bertumbangan

MATARAM-Banyaknya retail modern yang berguguran di Kota Mataram, erat kaitannya denganperubahan perilaku konsumen. Kini belanja online tengah naik daun, bahkan mulai menggeser pola belanja konvensional dengan datang langsung ke toko. ”Fenomena ini tidak hanya terjadi di tahun ini saja, tahun-tahun sebelumnya pun sudah mulai terjadi,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB L Herry Prihatin pada Lombok Post, kemarin (8/3).

Dia menilai gejala bergugurnya sejumlah retail modern terjadi karena operation cost yang tidak memadai. Pemasukan, tak sebanding dengan pengeluaran. Khusus di NTB, itu diperparah daya beli masyarakat yang masih rendah pascagempa 2018 lalu.

”Faktor gempa memberikan dampak yang luar biasa bagi ekonomi kita,” jelas dia.

Disisi lain, terus bermunculannya retail modern di Kota Mataram, terutama dalam bentuk tokotoko kecil menjadi faktor lain yang memecah pilihan berbelanja. ”Menyebarnya retail-retail baru yang ada di setiap sudut kota, menjadi faktor lain ,” analisanya.

Mencegah persaingan yang makin snegit menjurus tak sehat, Kadin NTB berharap pemegang regulasi bisa mengatur penempatan retail.  Saat ini jarak retail satu ke retail lainnya banyak yang kurang dari 100 meter. Bahkan tak sedikit yang bersebelahan atau berhadaphadapan. ”Di era digital seperti saat ini,persaingan menjadi hal yang sangat berpengaruh,” tutur dia.

Jika dibiarkan, potensi makin banyak retail bertumbangan akan terus terjadi. Hal ini menurut Kadin akan membawa dampak negatif bagi para investor. ”Bagaiamana investor mau datang, kalau retail nasional saja tutup. Sudah saatnya kita kembali menggairahkan ekonomi NTB, sehingga perputaran uang bisa berjalan lancar,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Suntono mengatakan, potret daya beli masyarakat sejak 2018 cukup lesu.  ”Retail yang lama tutup karena fenomena pasar kita tidaklah banyak,”jelas dia. (tea/r4)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks