alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Bisakah Pemkot Mataram Membangkitkan Eksistensi Bemo Kuning?

MATARAM-Bemo kuning, angkutan kota khas Mataram makin kehilangan pesona. Sempat menjadi primadona transportasi dalam kota, ia kini ditinggal penumpang setianya.

Namun Pemerintah Kota Mataram berencana menghidupkan kembali eksistensi bemo kuning. ”Kami support program pemkot dan akan segera koordinasi dengan pengusaha dan pengurus lainnya,” ujar DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Mataram, Junaidi Kasum,  (9/2).

Rencananya, peremajaan trayek baru disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat di Kota Mataram.  Trayek baru ini nantinya membantu konektivitas masyarakat di kawasan permukiman menjangkau jalan-jalan utama. Seperti kawasan jalan Lingkar, Pejanggik, Brawijaya, dan Majapahit. Selanjutnya masyarakat pun bisa meggunakan bus kota atau daerah yang ada di ruas jalan utama. ”Kalau bisa warga baru keluar gang sudah ada angkot di depan untuk mengantar dia ke jalur utama yang selanjutnya dilayani oleh busda (bus daerah),” jelasnya.

Baca Juga :  Maksimalkan Retribusi Parkir, Dishub Kota Mataram Terapkan Pembayaran Nontunai

Mataram sebagai ibu kota NTB diharapkan menjadi contoh bagaimana pelayanan yang maksimal. ”Karena orang kalau datang ke Lombok, pertama kan pasti ke kota. Jadi kota ini kita buat seindah dan senyaman mungkin baik pelayanan maupun kendarannnya,” lanjut pria yang baru terpilih menakhodasi Organda Kota Mataram periode 2021-20216 ini.

M Saleh, kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram menyebut, upaya ini seiring banyaknya permukiman yang makin padat. Namun konektivitas oleh transportasi kota justru masih sangat minim. Kata dia, jumlah bemo masih banyak, meski tak sepenuhnya layak beroperasi. ”Kita bantu hidupkan lagi. Karena angkutan kota saat ini bukan lagi mati suri. Tapi mati beneran,” imbuhnya.

Diharapkan, rencana peremajaan dan trayek baru ini bisa terlaksana tahun ini, usai pelantikan wali kota yang baru. Melalui APBD perubahan direncanakan untuk setidaknya memulai fasilitasi survei trayek dan kelayakan. Juga skema subsidi buy the service (BTS) yang dipastikan mampu menguntungkan sisi pengusaha dan masyarakat. Dengannya roda perekonomian dari sektor transportasi bisa bergulir kembali pada tahun ini.

Baca Juga :  Telkomsel Dukung Nyepi di Bali dengan Bebas Internet

”Saya tidak katakan itu gampang. Tapi mumpung pemerintah punya strategi yang bagus, kenapa tidak kita manfaatkan,” imbuhnya.

Jika penerapannya berhasil, bukan tidak mungkin skema upaya ini bisa diusulkan untuk diterapkan di seluruh NTB. ”Kami lihat dulu keputusan hasil survei dan studi di lapangan dari penerapan di Kota Mataram,” imbuh ketua Organda NTB Antonius Zaremba.

Jika bemo kuning mampu dihidupkan lagi, masalah kemacetan Mataram tentu akan sedikit terurai. Dengannya, masyarakat memiliki opsi selain kendaraan pribadi. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/