alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Berdamai dengan Korona, Tongkrongan Anak Muda Mataram Mulai Ramai

MATARAM–Sesuai arahan untuk berdamai dengan Korona, makin banyak tempat nongkrong yang mulai beroperasi. ”Kalau tidak dibuka, ya tidak ada perubahan kondisi ekonomi jadi lebih baik,” ucap Bob, owner Warung Kopi Indomie (Warpindo) kepada Lombok Post, kemarin (8/6).

Diakui Bob, omzetnya menurun hingga 80 persen sejak awal pandemi. Kini perlahan bisnisnya mulai alami kenaikan omzet. ”Kalau dibanding masa sebelum pandemi, jumlah pengunjung tentu beda jauh. Tapi setidaknya saat ini ada peningkatan,” jelasnya.

Salah satu hal menarik yang diterapkan Bob adalah dengan melarang penggunaan AC. Dilansir dari GridHealth.id, Virus Korona disebut-sebut dapat berkembang di ruangan bersuhu rendah, lembab, dan tertutup.

Oleh karenanya, Ia berharap cara ini bisa jadi contoh bagi pemilik cafe lainnya. Sekaligus mengurangi kekhawatiran.

”Supaya udara di sini tidak lembab dan udara alami dari luar bisa masuk. saya pribadi sering khawatir kalau masuk ke tempat ber-AC,” akunya.

Jam operasional juga telah diubah sesuai imbauan pemerintah.

”Dulu, kafe biasa beroperasi sejak pukul 10.00 hingga 23.00 Wita. Namun saat ini hanya pukul 09.00 hingga 21.00 saja,” ujarnya.

Protokol pencegahan seperti menjaga jarak dan cuci tangan adalah langkah yang sudah diterapkan sejak lama. Yang berubah hanya penggunaan masker di tempat umum saja. ”Cuci tangan itu sebenarnya sudah diterapkan sejak lama di berbagai tempat,” katanya.

Owner Geprek Samsi, Anggun Pribadi juga mengungkapkan hal serupa. Di tempatnya, semua transaksi tunai harus disteril dahulu dengan menyemprotkan desinfektan. ”Kami selalu menyemprot tangan dan uang tunai yang dibawa pelanggan. Juga sempat meniadakan layanan makanan di tempat selama beberapa waktu,” jelasnya.

Anggun menjelaskan, tempat nongkrong miliknya tidak pernah ditutup. Meski sempat mengalami penurunan omzet 70-80 persen, dia tetap bertahan. ”Karena pasti banyak orang yang bosan di rumah dan makan makanan rumahan. Sehingga menu kami bisa jadi pilihan,” katanya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks