alexametrics
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020

Dihantam Korona, Bisnis Turunan Pariwisata di Lombok Mati Suri

MATARAM–Sektor usaha terkait pariwisata sangat terdampak Korona. Mulai dari bisnis travel agent hingga toko oleh-oleh. ”Di sini penjualan turun hingga 90 persen,” kata Kris, manager operasional Toko Oleh-Oleh Gandrung Lombok, Selasa (9/6/2021).

 

Meski pengunjung sedikit, Kris tetap membuka tokonya. Hal itu lantaran banyak produk UMKM yang dititip di sana. ”Kalau tokonya ditutup, tidak ada perputaran ekonomi. Apalagi banyak UMKM yang resah karena produknya  belum laku,” jelasnya.

 

Dikatakan, untuk tetap bertahan, pihaknya mengubah target pasar. Dari yang semula adalah wisatawan domestik, kini menjadi masyarakat lokal. ”Semua barang di sini bisa dipakai termasuk oleh masyarakat lokal. Jadi kami berikan diskon hingga 50 persen supaya mereka tertarik. Yang penting ada barang yang bisa terjual,” ucapnya.

 

Kris berharap, wacana new normal bisa segera diterapkan menyeluruh. ”Masyarakat pasti butuh liburan, dan membeli oleh-oleh menjadi budaya wajib bagi wisatawan. Sehingga dengan new normal, kami bisa optimis,” ujar pria berkacamata ini.

 

Terpisah, Owner CV Lombok Tour Club Kindi Subarkah mengatakan pihaknya bahkan mengalami penurunan omzet hingga 100 persen. ”Mulai sepi sejak pertengahan Februari lalu. Bulan Maret sudah tidak beroperasi sama sekali hingga sekarang,” katanya terkait bisnis travel yang digeluti.

 

Dalam kondisi normal, ia bisa melayani hingga 14 orang dalam satu kali perjalanan wisata. Namun kini belum ada kepastian kapan usahanya bisa berjalan kembali. ”Saat ini kosong, belum tau kapan bisa kembali bekerja,” ujarnya.

 

Menurutnya, banyak pengusaha serupa yang terpaksa harus beralih ke sektor lain. ”Sejak bulan puasa banyak yang jadi penjual takjil dan buah. Sisanya mencoba peruntungan lain,” katanya.

 

Pemerintah diminta segera membuatkan upaya memulihkan industri pariwisata. Termasuk upaya meringankan wisatawan dan para travel agent. Misalnya bantuan rapid test dan protokol kesehatan lainnya. ”Rapid test itu kan mahal, jadi perhatikan budget juga. Apakah itu harus masuk ke dalam paket tour atau seperti apa belum ada informasinya resminya,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lurah Cakra Barat: Yang Ambil Bansos Motornya Bagus-bagus

Bantuan sosial (Bansos) kepada warga miskin seringkali tidak tepat sasaran. Karena itu, Kelurahan Cakra Barat berinisiatif melakukan musyawarah kelurahan (Muskel) dalam waktu dekat ini. “Kita harus persiapkan data dulu sebelum Muskel,” kata Lurah Cakra Barat I Nyoman Swira.

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks