alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Triwulan II 2020, Realisasi Investasi di NTB Anjlok

MATARAM – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Nilai realisasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 86 miliar atau 11,01 persen. Sedangkan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 701 miliar dengan 88.99 persen.

Kepala DPM-PTSP NTB H Mohammad Rum mengatakan, pihaknya telah berupaya menggaet para investor. Baik secara online maupun pelayanan keliling jemput bola. Itu dilakukan demi menggali persoalan yang menghambat aktivitas investasi.

”Apalagi saat ini kan sudah new normal. Asalkan mereka sudah melaksanakan protokol pencegahan Covid, ya harusnya sudah bisa melaksanakan aktivitas itu,” katanya kepada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Diakuinya, triwulan kedua ini memang cukup berat. Selain karena Pandemi Covid-19, juga beragam persoalan lain yang ditemui di lapangan. Salah satunya mengenai persoalan sengketa tanah milik perusahaan yang diklaim milik masyarakat. Untuk itu pihaknya lebih proaktif agar segera menyelesaikan masalah tersebut. ”Kita coba gandeng aparat. Karena masyarakat ini cukup agresif. Ada yang bawa parang dan semacamnya,” katanya.

Pabrik bata ringan di Desa Batu Nyala, Lombok Tengah, juga jadi persoalan. Dijelaskan, selama ini limbah B3 milik pabrik tersebut dibuang ke Surabaya. Namun biaya pengiriman material ke pabrik ternyata sama dengan biaya hasil pembuangan material B3 itu sendiri. Karenanya pihak pabrik mengajukan izin untuk pengelolaan limbah B3 tersebut.

Sayangnya, persoalan izin harus melalui kewenangan pemerintah pusat. Namun pemerintah pusat dinilai lamban. ”Kami mengimbau pemilik wewenang untuk segera diatasi. Kalau tidak bisa dilimpahkan ke daerah, maka segerakan kerjasama dari pusat untuk menanggapi persoalan ini,” katanya.

Investor sisanya masih terkendala dampak Covid-19. Terlebih, adanya biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk menjalani protokol pencegahannya. ”Minimal pengeluaran untuk hand-sanitizer, masker, sabun. Belum lagi diperlukan pengaturan tambahan ruang lebih luas untuk penerapan physical distancing,” ujarnya.

 

Mantan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) ini juga menjelaskan, investasi saat ini masih dominan sektor pertambangan. Disusul sektor pariwisata serta perhubungan. Ia berharap, dalam sisa waktu lima bulan bisa memenuhi target Rp 6.5 triliun. ”Sampai Triwulan II ini kita baru mencapai setengahnya,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB Syawaluddin memaklumi kondisi investasi NTB yang menurun. ”Wajar, kondisi ini kan terjadi secara global. Jangankan untuk berinvestasi, untuk kembali beraktivitas dan menghidupkan usahanya saja pasti sudah cukup susah,” katanya.

Meski begitu ia meyakini investasi NTB bisa kembali naik pasca pandemi. ”Moto GP mendatang bisa menjadi ruang investasi yang menggiurkan bagi pengusaha. Dan sektor pariwisata juga bisa menjadi peluang besar yang bisa digarap investor asing,” ujarnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks