alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Triwulan II 2020, Realisasi Investasi di NTB Anjlok

MATARAM – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Nilai realisasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 86 miliar atau 11,01 persen. Sedangkan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 701 miliar dengan 88.99 persen.

Kepala DPM-PTSP NTB H Mohammad Rum mengatakan, pihaknya telah berupaya menggaet para investor. Baik secara online maupun pelayanan keliling jemput bola. Itu dilakukan demi menggali persoalan yang menghambat aktivitas investasi.

”Apalagi saat ini kan sudah new normal. Asalkan mereka sudah melaksanakan protokol pencegahan Covid, ya harusnya sudah bisa melaksanakan aktivitas itu,” katanya kepada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Diakuinya, triwulan kedua ini memang cukup berat. Selain karena Pandemi Covid-19, juga beragam persoalan lain yang ditemui di lapangan. Salah satunya mengenai persoalan sengketa tanah milik perusahaan yang diklaim milik masyarakat. Untuk itu pihaknya lebih proaktif agar segera menyelesaikan masalah tersebut. ”Kita coba gandeng aparat. Karena masyarakat ini cukup agresif. Ada yang bawa parang dan semacamnya,” katanya.

Pabrik bata ringan di Desa Batu Nyala, Lombok Tengah, juga jadi persoalan. Dijelaskan, selama ini limbah B3 milik pabrik tersebut dibuang ke Surabaya. Namun biaya pengiriman material ke pabrik ternyata sama dengan biaya hasil pembuangan material B3 itu sendiri. Karenanya pihak pabrik mengajukan izin untuk pengelolaan limbah B3 tersebut.

Sayangnya, persoalan izin harus melalui kewenangan pemerintah pusat. Namun pemerintah pusat dinilai lamban. ”Kami mengimbau pemilik wewenang untuk segera diatasi. Kalau tidak bisa dilimpahkan ke daerah, maka segerakan kerjasama dari pusat untuk menanggapi persoalan ini,” katanya.

Investor sisanya masih terkendala dampak Covid-19. Terlebih, adanya biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk menjalani protokol pencegahannya. ”Minimal pengeluaran untuk hand-sanitizer, masker, sabun. Belum lagi diperlukan pengaturan tambahan ruang lebih luas untuk penerapan physical distancing,” ujarnya.

 

Mantan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) ini juga menjelaskan, investasi saat ini masih dominan sektor pertambangan. Disusul sektor pariwisata serta perhubungan. Ia berharap, dalam sisa waktu lima bulan bisa memenuhi target Rp 6.5 triliun. ”Sampai Triwulan II ini kita baru mencapai setengahnya,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB Syawaluddin memaklumi kondisi investasi NTB yang menurun. ”Wajar, kondisi ini kan terjadi secara global. Jangankan untuk berinvestasi, untuk kembali beraktivitas dan menghidupkan usahanya saja pasti sudah cukup susah,” katanya.

Meski begitu ia meyakini investasi NTB bisa kembali naik pasca pandemi. ”Moto GP mendatang bisa menjadi ruang investasi yang menggiurkan bagi pengusaha. Dan sektor pariwisata juga bisa menjadi peluang besar yang bisa digarap investor asing,” ujarnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks