alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Lombok Wildlife Park Dibuka Lagi, Pandemi Buat Pengelola Kesulitan

TANJUNG–Lombok Wildlife Park, kebun binatang yang berada di Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara sudah buka kembali sejak Minggu (1/8/2020) lalu. Presiden Direktur Lombok Wildlife Park Ketut Suadika mengatakan, ditutupnya kawasan wisata ini selama empat bulan lalu akibat pandemi, menjadi tugas tambahan baru bagi pihak pengelola.

”Satwa berbeda dengan hotel dan industri. Kalau hotel tutup, tidak perlu ada biaya operasional. Namun kalau satwa tutup, karyawan tetap harus masuk untuk mengurus pakan satwa. Jumlah makannya pun tidak bisa dikurangi,” katanya kepada Lombok Post, Sabtu (8/8/2020) lalu.

Di lokasi seluas empat hektar ini terdapat 420 ekor satwa. Terdiri dari 60 jenis berbeda. 95 persen terdiri dari aneka hewan-hewan langka. Dijelaskan, seluruh satwa butuh 1,5 ton makanan atau setara Rp 5.500.000 hingga Rp 6.000.000 per hari. Jumlah ini belum termasuk obat-obatan, vitamin, dan biaya perawatan lainya yang mencapai Rp 8.000.000 hingga Rp 10.000.000.

”Kalau ditotal, sebulan kami harus mengeluarkan Rp 230.000.000 sampai Rp 250.000.000. Jumlah tersebut diluar biaya perawatan,” jelasnya.

Ia tak menampik mengalami minus pendapatan. Sejauh ini bantuan yang masuk baru menutup sekitar 20-25 persen kebutuhan saja. Seperti bantuan bulanan dari Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), gubernur NTB, hingga Bank BNI melalui PKBSI.

”75 persen sisanya kita harus cari sendiri. Namun kami tetap minta support pemda, KLHK, juga masyarakat. Untuk melindungi kelangsungan hidup satwa langka yang ada di sini,” ujarnya.

Menarik kunjungan, pihaknya memberlakukan promo diskon 50 persen. Tiket masuk hanya Rp 50.000 dari harga normalnya Rp 100.000. Ada juga paket promo Rp 150.000 bagi pengunjung yang ingin sekaligus menikmati makan siang di restoran.

”Menutupi biaya memang berat. Tapi kami bersyukur tertolong dengan kunjungan Hari Sabtu dan Minggu. Jumlahnya sekitar 150-200 orang saja. Untuk Senin sampai Jumat masih jarang bahkan hampir tidak ada,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah mengajukan usulan pertemuan dengan Dinas Dikbud NTB bersama pemerintah setempat. Agar Lombok Wildlife Park bisa dijadikan wisata edukasi untuk para siswa sekolah. Juga, penerapan belajar di alam bebas menggunakan sisa lahan yang ada di sana.

”Karena konsep awal kami adalah wisata edukasi. Bagaimana agar generasi penerus kita bangga. berkesempatan melihat,  mengenal dan bisa melestarikan satwa milik Indonesia,” katanya semangat.

Keberadaan kebun binatan ini, tambah dia, juga bisa menjadi tambahan variasi pariwisata NTB.

”Di KEK Mandalika ada pantai. Di Senggigi ada hotel, di Gili ada hiburan, di Sembalun ada Rinjani. tambahan di KLU ada kebun binatang,” tambah pria yang juga menjabat Korwil Bali Lombok Sulawesi Irian Jaya PKBSI ini.

Di sana, penerapan protokol pencegahan Covid-19 dilakukan secara ketat. Setiap jarak 40 meter disiapkan tempat cuci tangan. Tiap sebelum dan setelah berinteraksi dengan hewan, para pengunjung juga dianjurkan mencuci tangan. Jalur masuk dan keluar dibedakan untuk menghindari tumpukan pengunjung di satu lokasi. Plus, café di tengah hutan sebagai lokasi istirahat dan minum saat lelah berkeliling.

Salah satu pengunjung, Marsha Alya mengaku terkejut dengan keberadaan kebun binatang di Lombok. Suasananya pun tak kalah dengan milik Bali, Surabaya dan kota besar lainnya. ”Awalnya lihat di sosmed saja. Bahkan teman-teman juga belum banyak yang tahu, ternyata sudah dibuka sejak 2017. Mungkin promosinya harus lebih digencarkan lagi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Gede Arya Madhani. Menurut pengunjung asal Mataram ini,  harga yang dikeluarkan setimpal dengan suasana yang disuguhkan.

”Tidak mahal untuk lokasi seluas dan seunik ini. Pas untuk jadi tempat wisata baru bagi milenial maupun keluarga besar. Apalagi hewan-hewannya juga tidak dikurung. Sehingga suasana alam bebas lebih terasa,” ujar pria dengan dua anak ini. (eka/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks