alexametrics
Selasa, 27 September 2022
Selasa, 27 September 2022

Menko Airlangga: Pemerintah Komitmen Perkuat Daya Saing Ekonomi Nasional

JAKARTA–Sektor industri, perdagangan, dan investasi memiliki peran yang mendalam sebagai katalisator dalam mewujudkan perekonomian nasional yang resilien dan berdaya saing. Penguatan sektor industri akan berdampak pada peningkatan nilai tambah input aktivitas produksi.

Sehingga mampu menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas neraca perdagangan. Di sisi lain, penguatan industri perlu didukung permodalan yang konsisten melalui alokasi investasi.

Hingga kini, pemerintah telah melakukan penguatan ketiga sektor fundamental yang dibuktikan melalui capaian surplus neraca perdagangan hingga USD 5,09 miliar per Juni 2022. Nilai ekspor semester I 2022 mencapai USD 141 miliar.

Selain itu, nilai investasi pada Q1 2022 juga telah terealisasi hingga lebih dari 28 persen komitmen investasi. Kontribusi penanaman modal asing USD 10,22 miliar dan dalam negeri USD 9,33 miliar. Pemerintah terus berkomitmen untuk melanjutkan sinergi kebijakan ketiga sektor tersebut.

Baca Juga :  Indonesia Targetkan Jadi Negara Maju, Mendag: ASEAN Harus Kompak

”Untuk menghadapi tantangan global ke depan, perlu dilakukan pendekatan multilateral yang tidak membatasi perdagangan ekspor dan impor dengan mengikuti aturan World Trade Organization,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speech secara virtual dalam acara The 7th Global Conference on Business Management and Entrepreneurship, Senin (8/8).

Dengan mengemban posisi strategis sebagai Presidensi G20, Indonesia berupaya untuk membawa G20 untuk mampu membuka jalan bagi WTO. Yakni untuk tetap relevan dalam membahas dampak perdagangan dan ekonomi dari situasi tantangan global. Sehingga mampu menjaga rantai pasok, menerapkan kebijakan perdagangan, serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.

Pemerintah konsisten mengakselerasi hilirisasi komoditas guna meningkatkan nilai tambah bahan baku. Terutama pada produk manufaktur yang terus dijaga pada level ekspansif.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Anggota G20 Bersatu Atasi Permasalahan Global

Pemerintah juga melaksanakan komitmen terkait transisi energi dan mempertimbangkan dampak industri terhadap lingkungan berbasis percepatan energi bersih. Nantinya melalui implementasi investasi yang lebih efisien serta pemanfaatan teknologi guna mencapai penguatan industri yang berkelanjutan.

Airlangga menyampaikan, berbagai upaya penguatan yang dilakukan pemerintah tersebut perlu didukung oleh kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, korporasi, UMKM, hingga akademisi. Tujuannya, untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masa mendatang.

”Dampak signifikan tidak dapat dicapai hanya dengan berbagai kebijakan, namun juga harus diikuti dengan transformasi pemerintah, korporasi, dan UMKM. Nantinya masyarakat bisa lebih smart dan cakap digital,” tandas Airlangga. (JPG/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/