alexametrics
Selasa, 27 September 2022
Selasa, 27 September 2022

P3MI NTB Dorong Keberangkatan Pekerja Migran Indonesia yang Terampil

MATARAM-Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) diminta bisa menyiapkan tenaga kerja terampil PMI. Khususnya untuk mengisi peluang tenaga kerja bidang kesehatan.

”Salah satu peluang kerja ke Jerman sangatlah menjanjikan dengan persyaratan yang tidak mewajibkan untuk memiliki sertifikat bahasa,” kata Kepala BP3MI NTB Mangiring Hasoloan Sinaga, Selasa (9/8).

Kerja ke Jerman menjadi alternatif bagi tenaga kesehatan dengan status PPNPN (Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri) yang akan dialihkan menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Apalagi penerimaan PPPK tersebut akan melalui proses seleksi dan kuota yang terbatas.

”Sehingga diharapkan program G to G Jerman bisa menjadi pilihan ketika tidak lulus dalam mengikuti seleksi PPPK,” terangnya.

Baca Juga :  Varian Baru Covid-19 Jangan sampai Masuk NTB

Calon kandidat PMI Perawat program G to G Jerman Batch II tahun 2022 449. Semuanya yang telah lulus verifikasi dokumen akan melaksanakan interview baik secara offline maupun online.

”Dari data tersebut 13 orang melakukan interview di kantor BP3MI Provinsi NTB,” ujarnya.

Ia menjelaskan pelaksanaan interview dimulai pukul 11.00 Wita dan berakhir pukul 16.30 Wita. Peserta mengikuti interview secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Empat orang berasal dari Kota Bima, tiga orang berasal dari  Lombok Tengah. Ada juga dua orang berasal dari Lombok Barat, dua orang berasal dari Lombok Utara, satu orang dari Lombok Timur, dan satu orang dari Sumbawa. Setelah tahapan interview selesai peserta menunggu pengumuman melalui website bp2mi.go.id. Kemudian melakukan pembayaran BPJSTK sebelum bekerja. Selanjutnya pra penempatan serta pembuatan paspor.

Baca Juga :  APPMI Lobi Malaysia Rekrut 4 Ribu PMI asal NTB

”Kemudian peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Jerman  level B1 secara online selama 7- 9 bulan,” imbuhnya.

Naga juga mengatakan setiap tahun program penempatan melalui skema G to G khusunya ke Jerman akan dibuka dan kuotanya akan ditambah. Sehingga kesempatannya pun akan lebih besar.

”Ini kesempatan untuk bekerja keluar negeri pada sektor skill dengan gaji yang besar dan perlindungan pada saat bekerja yang terjamin,” kata dia. (nur/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/