alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

OKMAR Diluncurkan BNI, Kementerian Pertanian dan Pemda Bersinergi

SELONG-Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018-Maret 2019 (GMMT OKMAR 2018/2019) diluncurkan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), NTB pada Jumat (8/2) lalu. Lotim dipilih karena telah memasuki masa tanam dan memiliki komoditi unggulan jagung di NTB.

”Lotim kota kesembilan penyelenggaraan gerakan ini secara nasional,” kata General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo pada media usai kegiatan.

Diterangkan, program lanjutan ini dilaksanakan di lahan seluas 2 hektare di Dusun Tinggir, Desa Pringgabaya Utara. Lahan ini merupakan bagian dari kawasan pertanian seluas 4.398 hektare di Kecamatan Pringgabaya.

”GMMT OKMAR 2018/2019 diharapkan mampu memastikan jadwal proses tanam tidak meleset dan sesuai jadwal tanamnya,” terangnya.

 

Acara dihadiri Staff Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana, General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo, CEO BNI Wilayah Denpasar Suhardi Petrus. Hadir juga dari Pemerintah Daerah Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kepala Dinas Pertanian Lotim HM Abadi, dan lebih dari 500 petani. Program ini sebagai upaya mengamankan keberhasilan hasil panen. Karena diproyeksikan masa panen jatuh di bulan Februari – Maret 2019.

”Kegiatan dilatarbelakangi musim hujan di Lotim,” jelasnya.

Dijelaskan, peran BNI dalam program ini agar petani mendapatkan akses pembiayaan murah, mudah, dan pendampingan selama musim tanam Oktober – Maret. Disamping itu, pada saat petani panen dipastikan akan mendapatkan pembeli siaga.

”Hasil panen akan dibeli offtaker petani sektor tanaman pangan dari berbagai daerah sentra pangan di Indonesia,” jelasnya.

Bambang menambahkan program ini wujud kontribusi BNI mensejahterakan petani. Diantaranya penyediaan akses permodalan yang mudah dan murah di sektor pertanian dan perkebunan.

”Ini upaya dalam meningkatkan produktivitas petani, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Kedepannya, BNI akan terus mendukung sukseskan pembangunan perekonomian Indonesia. Baik itu dalam menyalurkan pembiayaan bagi petani. Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera dan mandiri.

”Melalui gerakan ini diharapkan menjadi penopang program pemerintah,” tambahnya.

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan BNI. Ucapan ini disampaikan karena pelaksanaan GMMT OKMAR 2018/2019 dipusatkan di Lombok Timur. Kegiatan ini membuat petani senyum cerah menyambut pengawalan musim tanam kali ini.

”Sangat cocok kegiatan dipusatkan disini. Lotim merupakan salah satu sentra penghasil komoditas unggulan di Provinsi NTB,” tuturnya.

Staff Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan GMMT sebagai bentuk sinergi BUMN bersama Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah. Sinergi yang dibentuk dalam pendampingan budidaya pertanian.

Seperti peningkatan hasil produksi dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Serta percepatan program berupa Corporate Social Responsibility (CSR). Gerakan ini ditargetkan akan menyentuh 56 kawasan sentra pangan di Indonesia. Melibatkan 25 ribu petani se-Indonesia.

”Semoga sinergi ini membawa dampak positif ke pertanian,” katanya.

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) Normalisasi Saluran Irigasi. PKT menyediakan berbagai prasarana pendukung kawasan pertanian yang diikutsertakan dalam GMMT OKMAR 2018/2019 ini.

Program PKT antara lain, perbaikan saluran irigasi sepanjang dua kilometer di Dusun Tinggir, Desa Pringgabaya Utara. PKT ini melibatkan 300 petani. Kegiatan juga diselingi tanam massal komoditas jagung oleh 500 petani.

Dilanjutkan dengan penyerahan Kartu Tani dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani kepada petani. KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR oleh BNI. Hingga 31 Desember 2018, KUR yang telah disalurkan BNI mencapai Rp 15,99 triliun. Menyentuh 147.691 penerima KUR di seluruh Indonesia. (nur)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks