alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Perizinan Rumit Masih Jadi Penghambat Investasi NTB

MATARAM-Realisasi investasi NTB 2019 masih jauh dari target. Harusnya kita berani membuat investasi-investasi yang lebih kreatif, dan sejalan dengan ekonomi kreatif. NTB ini miskin ide kreatif, kata Lektor Kepala Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mataram (Unram) Dr Abdul Azis Bagis, kemarin (10/2).

Menurutnya, ekonomi NTB belum keluar dari pola yang lama. Yakni, cenderung tergantung pada sumber daya alam (SDA) dan pariwisata yang konvensional. Kalau pasar luar lagi turun, kita ikut turun kan gak lucu,” ujarnya.

Ia menuturkan, ide-ide kreatif bisa melalui riset. Salah satunya, dengan hadirnya beberapa perguruan tinggi yang mampu melahirkan ide-ide kreatif. “Karena pengusaha kita juga kekurangan itu (ide), dia terjebak oleh yang itu-itu saja, tutur dia.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi mestinya didukung dengan pertumbuhan investasi. Sayangnya, investasi NTB di 2019 lalu justru anjlok jauh dari target. Dari target Rp 16 triliun, yang terealiasi hanya Rp 10 triliunan lebih.

“Ada kendala perizinan di lapangan, bahkan masih belum ramah terhadap investasi,” kata anggota Komisi II DPRD NTB Made Slamet.

Sebelumnya, NTB menggaungkan daerah yang ramah investasi. Sayangnya, kejadian di lapangan terjadi yang sebaliknya. Banyak sistem perizinan di lapangan yang belum ramah. Khususnya di kabupaten/kota.

“Itu yang menjadi hambatan. Terutama yang ada di kabupaten dan kota, terangnya.

Sementara itu, pelaku-pelaku ekonomi kecil ini belum dapat perhatian dari pemerintah. Yang di garap banyak kan ke atas, di bawah ini tidak perhatikan. Ini harus di gerakan,” tuturnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks