alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Izin Sandar Kapal Pesiar, Pemprov NTB Tiru Kebijakan Bali

MATARAM-Kapal pesiar MV Viking Sun ditolak berlabuh di Surabaya, Jawa Timur dan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Bali. Pemprov NTB juga belum memberi izin berlabuh di pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.

Penolakan tersebut diklaim pemerintah dua provinsi tersebut karena membawa turis asing yang cukup banyak. Sehingga, dikhawatirkan menularkan virus korona (Covid-19). Kapal pesiar tersebut membawa 848 wisatawan mancanegara dan 460 kru.

“Belum mengizinkan, alasannya untuk keamanan dan keselamatan. Tapi tetap kita tidak boleh berlebihan menangapinya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, Senin (9/3) lalu.

Informasi, tentang menyandarnya kapal persiar MV Viking Sun ini pun ditanggapi beragam oleh masyarakat. Untuk itu, pemprov melakukan perketatan pengamanan, melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

“Tentu kita ingin menservis visitor kita dengan sebaik-baiknya, tetapi karena ini memang masalah yang harus kita tangani secara bijak semua. Bukan mau menolak karena apa, tapi sama-sama saling menjaga,” jelasnya.

Di sisi lain, dari pihak pelaku industri pariwisata pun menginginkan kedatangan tamu. Khususnya wisatawan mancanegara. Lantaran kondisi di bulan ini sepi dari pengunjung. Bahkan besar harapan para pelaku usaha industri, mereka (wisman kapal pesiar) bisa mendorong pertumbuhan industri pariwisata.

“Ya tetapi di satu sisi juga kita harus melihat untuk saat ini manfaat dan kerugiannya, jangka pendek ini. Tapi ini kita lihat korona semakin lama semakin menurun, mudah-mudahan tidak ada lagi. Apalagi event-event yang lain cukup banyak, jangan berlebihan lah (menanggapi),” tuturnya.

Terpisah, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan, pihaknya bersama dengan provinsi sudah melakukan rapat. Yakni, terkait kedatangan kapal pesiar tersebut. Keputusannya saat itu akan ikut (keputusan) dari dearah Bali. Karena daerah yang paling preventif terhadap kepariwisataan yakni Bali. Artinya pengamanan di sana pasti sangat ketat.

“Apa yang dilakukan Bali, itu yang akan kita lakukan. Itu keputusannya pada waktu rapat,” katanya.

Maka dari itu ketika rapat beberapa waku lalu, dia minta pemda tetap berkomunikasi dengan Bali. Begitu juga pihak-pihak terkait dengan pelabuhan tetap berkomunikasi, terutama dengan pihak pelabuhan Benoa Denpasar Selatan Bali.

“Tetapi kita minta juga untuk tetap memperhatikan psikologis masyarakat. Kita tetap melakukan prosedurnya. Jadi tidak berarti kita mengikuti Bali, kemudian kita melakukan prosedur (pengamanan dan pemeriksaan) juga di sini,” tuturnya.

Menurutnya, pelaku pariwisata berharap kedatangan kapal pesiar yang membawa banyak wisatawan. Dan memberi dampak yang signifikan bagi pariwisata NTB. Namun dalam hal tersebut pihak mengikuti keputusan dari Bali. Jika dari Bali memperbolehkan, maka akan diperbolehkan. Dengan prosedur yang sesuai standar WHO.

“Tetapi kalau Bali tidak menerima kita langsung tidak menerima juga,” pungkasnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks