alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Ayo Sejahterakan Pensiunan!

PT Taspen Luncurkan Kios Warga

MATARAM-PT Taspen (Persero) membentuk program wirausaha pintar melalui Kios Warga. Guna meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi program ini. Program yang diinisiasi PT Taspen itu dinilai sebagai solusi bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan barang-barang untuk dijual kembali di kios atau warung. Terlebih harga untuk barang-barang tersebut kian naik.
“Ini satu gerakan ekonomi kerakyatan yang sering kita jumpai di area pemukiman untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga,” terangnya saat meresmikan program Kios Warga secara virtual, belum lama ini.
Pada masa pandemi ini, sambungnya, merubah pola konsumsi masyarakat dari offline menjadi online. Yang awalnya dilakukan secara konvensional mulai bergeser menuju digital. Sehingga keberadaan kios atau warung haruslah beradaptasi dan berevolusi menjadi warung modern.
“Modernisasi adalah upaya mengakselerasi pemerataan ekonomi di Indonesia secara digital,” katanya.
Kios retail yang modern dan berbasis digital melalui pemanfaatan teknologi akan membantu penerapan sistem inventori, pemesanan secara online, pembayaran digital dan pengaturan lay out produk yang menarik dan bersih.
Apalagi saat ini, pemerintah gencar mendorong produk-produk KUMKM melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia. Sehingga kios atau warung diharapkan menjadi bagian dari gerakan program tersebut dengan menyediakan ruang bagi penjualan produk-produk KUMKM.
Direktur Utama TASPEN A.N.S Kosasih mengatakan, peserta TASPEN saat ini terdiri dari peserta aktif sebanyak 4.049.713 orang dan penerima pensiun sebanyak 2.755.101 orang dan setelah pensiun.
“Rata-rata para peserta TASPEN akan berkurang pendapatannya dibandingkan dengan yang mereka dapatkan pada saat masih aktif bekerja,” ucapnya.
Sebagai second career setelah pensiun dan mempersiapkan aktifitas yang produktif di masa pensiun, Kios Warga hadir untuk ASN dan pensiunan. Yang dimotivasi untuk menjadi entrepreneur dan membuka usaha sehingga mereka dapat mandiri secara finansial, serta mengurangi risiko penurunan kesehatan dan mental karena mereka tetap produktif di hari tua.
“Kami akan terus melakukan pendampingan, mengingat besarnya minat Pegawai ASN yang akan memasuki pensiun untuk berwirausaha,” katanya.
“Bagi peserta TASPEN, alur menjadi wirausaha Kios Warga sangat mudah,” tambah Kosasih.
Dijabarkan, ASN dan Pensiunan yang melakukan pengajuan akan divalidasi mulai dari pengisian form, validasi lokasi, validasi tempat usaha, dan validasi dari bagian financing. Selain itu, terdapat dua paket start up modal usaha dengan benefit pengiriman barang, rak, alat transaksi pintar (ATP) penyusunan barang dan pelatihan pemilik.
Adapun ukuran kios dan jenis barang dagangan, dibedakan dengan harga modal usaha yakni Rp 25 juta dan Rp 40 juta. Pemilik toko akan mendapat kemudahan dalam memesan barang, pengantaran order barang, dan dalam pencatatan transaksi keuangan.
Perlu diketahui, Kios Warga merupakan layanan extra miles dari TASPEN kepada ASN dan Pensiunan dalam memperhatikan kesejahteraan dan kelangsungan hidup ASN di hari tua. TASPEN bekerjasama dengan PT Jaring Sistema Semesta (JSS) sebagai konsolidator penyedia barang dan jasa dalam rangka mendukung program Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM dimana Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.
UMKM akan mendapatkan dukungan penguatan usaha berupa pembiayaan usaha kios dengan harga produk yang sangat menguntungkan margin mencapai 18 persen, digital product payment point online bank (PPOB), aplikasi penjualan dan aplikasi ordering. Sehingga proses bisnis dapat di review menjadi bankable dan QR payment melalui modal usaha kredit dari mitra bayar TASPEN yang saat ini bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). (ewi/*)
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks