alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Penjualan Lesu, Pengusaha Mutiara di NTB Manfaatkan Media Daring

MATARAM-Sepinya tingkat kunjungan wisatawan berdampak pada omzet pengusaha mutiara. ”Seluruh pengusaha mutiara merasakannya. Terlebih yang bekerja sama dengan perusahaan travel maupun yang tidak menggunakan media online atau dalam jaringan (daring) untuk pemasaran,” ujar Indah Purwanti Ningsih, pemiliki Indah Mutiara Lombok, kemarin (10/6/2020).

 

Menurutnya, hal itu karena mutiara merupakan sektor yang bergerak di bidang tersier. Sehingga tak jarang barang ini menjadi pilihan terakhir bagi wisatawan. ”Saat ini orang enggan membeli mutiara, apalagi kalau hanya untuk dijadikan koleksi dimasa ekonomi begini,” ungkapnya.

 

Dampak Korona memaksa para pengusaha mutiara harus memutar strategi. Indah memanfaatkan media online untuk tetap bertahan. Semua produk yang ia tawarkan dipasarkan melalui berbagai platform marketplace. ”Kami tidak segan adakan sale untuk mutiara air laut, air tawar hingga perak. Omzet bisa naik sekitar 40 persen berkat penjualan secara online,” jelasnya.

 

Upaya lain yang dilakukan adalah mengidentifikasi latar belakang pelanggan. ”Untuk menarget para pengusaha sepertinya masih turun. Jadi kita kejar customer yang sekiranya tetap berpenghasilan. Mulai dari pejabat, karyawan BUMN, dan sejenisnya,” jelas wanita yang juga menjabat Ketua Lombok Womanpreneur Club ini.

 

Pemilik Toko Citra Mutiara Lombok, Rini Andarstuti juga beralih memasarkan produknya secara digital. ”Cara ini sangat membantu. Bahkan sekarang penjualan mulai normal seperti sebelum ada Korona,” katanya.

 

Dia mengerti betul, hanya mengandalkan toko offline tak akan banyak membantu. ”Nggak bakal ada barang yang terjual,” tambahnya.

 

Kendati demikian, dirinya tetap alami beberapa kendala. Seperti keterlambatan pengiriman barang akibat pembatasan sosial di beberapa wilayah. Serta pembatasan angkutan udara. ”Terlambat bisa sampai lebih dari 10 hari. Sedangkan uang baru bisa cair ke penjual jika barang sudah sampai ke tangan pembeli,” jelasnya.

 

Ia berharap ekspedisi dapat segera berjalan normal. Karena ini merupakan peluang ekonomi bagi para pengusaha. ”Sejak pandemi, belanja online kini menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

 

Pemerhati pariwisata, Taufan Rahmadi mengatakan, Virus Korona ternyata menstimulasi pengusaha untuk beradaptasi dengan dunia digital marketing. ”Dunia digital itu tidak bisa dihindari. Justru sekarang pengusaha harus bisa mengembangkan platform pemasarannya secara digital untuk bertahan,” katanya.

 

Oleh karenanya cara ini seharusnya dapat diterapkan di sektor usaha manapun. ”Mau tidak mau, suka tidak suka. Kalau tidak manfaatkan pemasaran secara online, berarti harus ciptakan inovasi baru yang dapat menarik pelanggan,” tutupnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks