alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Bisnis Lesu, Pengusaha Travel Umrah di Mataram Jajaki Pasar Baru

MATARAM – Meski saat ini aktivitas umrah masih dihentikan, tak membuat sejumlah pengusaha travel di Kota Mataram tutup. Seperti yang dilakukan Nanang Supriadi, pemilik usaha PT Arofah Mina Travel Umroh. Dia masih membuka kuota umroh bagi calon jamaah NTB. ”Tujuanya agar calon jamaah bisa mengunci harga yang ditetapkan,” katanya kepada Lombok Post, Jumat (10/7/2020).

 

Dijelaskan, pihaknya memiliki kebijakan layaknya promo. Yakni, berapapun estimasi kenaikan biaya umrah nantinya, tetap tidak akan dibebankan kepada para calon jamaah yang telah mendaftar. Baik yang baru DP maupun sudah pelunasan. ”Misal, harga umrah Rp 28 juta untuk keberangkatan tiga tahun ke depan. Maka berapapun estimasi biaya yang akan naik selama tiga tahun kedepan, calon jamaah tetap tidak perlu memberi biaya tambahan tersebut,” jelas Nanang.

 

Meski baru kembali beroperasi dua pekan, travel miliknya langsung diserbu para calon jamaah. Hingga kini sudah ada 25 orang yang mendaftar. ”Seluruh risiko ditanggung oleh perusahaan. Sehingga para calon jamaah merasa senang dan hal ini nyatanya tidak membawa kerugian bagi perusahaan,” katanya.

 

Selama ini pihaknya juga melakukan diversifikasi bisnis berupa alat-alat pelindung diri yang dapat digunakan oleh para calon jamaah. Seperti produksi masker, face shield dan sejenisnya. Inovasi tersebut tentu dapat mengurangi kekhawatiran pengguna jasanya. ”Jamaah tinggal menambah puluhan atau ratusan ribu untuk membelinya. Alat tersebut juga sudah kami sesuaikan dengan standar Internasional. Karena kalau barang lokal biasanya agak susah melewati pemeriksaan ketat di Arab Saudi,” ujarnya.

 

Tak mau ketinggalan, pemilik Travel Umroh Lombok Nova, juga lakukan hal serupa. Meski travel miliknya tutup sejak April, kini ia coba bertahan dengan bisnis kargo dan sewa guna usaha (leasing) yang digeluti. ”Penghasilan terbesar sebenarnya dari usaha travel umrah. Namun disituasi ini kita harus upayakan bertahan dengan cara apapun meski tak seberapa,” jelasnya.

 

Dikatakan, belum ada kejelasan kapan pihaknya bisa kembali membuka usaha travel miliknya. ”Kita juga harus mengetahui dulu regulasi tambahan biayanya nanti seperti apa. Baru berani beroperasi kembali,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks